Jumat, 05 Mar 2021,

my-bakery-bertahan-di-tengah-pandemiUnit Usaha My Bakery SMKN 1 Sewon Bantul. (istimewa)


Sariyati Wijaya
My Bakery Bertahan di Tengah Pandemi

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- SMK Negeri 1 Sewon yang beralamat di Dusun Pulutan Desa Pendowoharjo Kecamatan Sewon Bantul memiliki unit produksi tata boga diberi label "My Bakery”.

Produknya berupa aneka jenis roti manis, roti sosis, pizza mini, roti cokelat, roti pisang, burger, hot dog, brutush,  roti abon, roti keju, roti sobek dan roti kasur. My Bakery adalah bagian dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang disandang sekolah tersebut.

  • Paslon Bupati Bantul Sepakat Mematuhi Protokol Kesehatan
  • PMI Gandeng ICRC Melatih Pemulasaraan Jenazah dengan Protokol Ketat

  • Di tengah pandemi Covid-19, unit usaha itu tetap produksi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Proses produksi selain ditangani dua orang pegawai tetap alumni jasa boga yakni Vica Rahmawati dan Dita Liawati, juga dibantu sepuluh orang pelajar PKL kelas XI.

    Dalam sehari My Bakery mampu memproduksi 200 hingga 250 roti yang dijual dengan kisaran harga Rp 4.000 per bijinya. Saat PKL para siswa mengerjakan  kegiatan produksi membuat adonan, membentuk, mengoven sampai  packing.

  • Ini Cara Meraih Peluang Kerja di Tengah Pandemi
  • Tas Kulit Abekani Tak Terpengaruh Pandemi

  • Sehari produksi bisa menghabiskan 5-6 kilogram tepung. Pemasaran dilakukan secara online ataupun langsung ke kantor-kantor di wilayah Sewon dan sekitarnya dengan penerapan protokol kesehatan  ketat, mengenakan masker, jaga jarak, menghindari kerumunan serta mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

    Plt Kepala SMKN 1 Sewon Drs Ardani Mpd mengatakan My Bakery menjadi salah satu jenis usaha di sekolah tersebut. “Ini sekaligus melatih anak memiliki jiwa enterpreneurship, bagaimana menyiasati situasi pandemi agar usaha tetap jalan,” katanya, Sabtu (24/10/2020).

    Kegiatan praktik atau PKL digilir per kelas. Dengan adanya praktik tersebut banyak siswa merasa senang apalagi saat penjualan laris karena mereka bisa menghitung hasil penjualan yang diperoleh.

    Mereka juga mengaku dapat relasi atau pelanggan banyak, semakin paham tentang rahasia roti yang enak, semakin bagus membentuk roti serta semakin paham cara kerja yang efisien dan efektif.

    “Banyak yang salut dan simpati dengan kegigihan para siswa membuat dan memasarkan roti. Semoga semangat ini terus terpelihara hingga saatnya mereka membuka usaha kelak,” katanya. (adv)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini