Moreno Soeprapto Ketua Umum IMI 2025-2030
Fokus IMI lima tahun ke depan adalah menyempurnakan tata kelola otomotif.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Musyawarah Nasional (Munas) X Ikatan Motor Indonesia (IMI) resmi menetapkan Moreno Soeprapto sebagai Ketua Umum periode 2025-2030. Mantan pembalap sekaligus anggota DPR RI itu terpilih secara aklamasi dalam forum yang diikuti pengurus dari 37 provinsi dan 10 asosiasi di Royal Ambarrukmo Yogyakarta.
Munas kali ini tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan dari Bambang Soesatyo ke Moreno, tetapi juga menandai arah baru IMI sebagai badan regulator otomotif nasional. Moreno menegaskan fokus IMI lima tahun ke depan adalah menyempurnakan tata kelola otomotif, termasuk perlombaan dan pengelolaan kendaraan hasil karya builder dalam negeri.
“Saya berterima kasih kepada Pak Bamsoet yang memberi kesempatan melanjutkan dan menyempurnakan kerja-kerja sebelumnya. IMI akan lebih berperan sebagai badan regulator yang mengatur tata kelola otomotif di Indonesia,” kata Moreno dalam konferensi pers usai pengukuhan, Sabtu (20/9/2025).
Dengan mandat baru ini, Moreno Soeprapto ditantang membawa IMI tidak hanya sebagai penyelenggara event tetapi juga pengatur tata kelola otomotif Indonesia.
Beri manfaat
“Saya belum bisa berbicara banyak karena agenda Munas masih berjalan. Namun saya siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memajukan IMI dan memberikan manfaat bagi bangsa,” ungkapnya.
Ketua Panitia Munas X, Junaedi Elvis, menyampaikan forum ini membahas penyempurnaan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), program kerja, hingga tata cara pengelolaan perlombaan baru, baik roda dua maupun roda empat.
Bambang Soesatyo yang menutup masa jabatannya menyatakan, memimpin IMI bukan sekadar soal kepintaran melainkan juga semangat persaudaraan. Indonesia berhasil menjadi tuan rumah berbagai ajang dunia seperti MotoGP, MXGP, Formula E, Aquabike Jetski, hingga Powerboat Danau Toba. “Sekarang tinggal Formula 1 yang kami harapkan dapat segera hadir di Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, Bamsoet juga mengumumkan builder dalam negeri kini bisa membuat motor dan mobil yang berhak memperoleh BPKB dan STNK. Terobosan ini dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung industri otomotif nasional.
Atlet lokal
“Dengan status hukum yang jelas, karya builder Indonesia bisa diakui dan berkompetisi secara resmi,” katanya.
Bamsoet menambahkan IMI telah membentuk kepengurusan hingga tingkat kabupaten/kota untuk memperkuat pembinaan atlet lokal. Terdapat saldo Rp 3 miliar dari kepengurusan lama ditambah Rp 1,5 miliar dari kepengurusan baru yang akan disalurkan ke daerah.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang hadir dalam acara menilai IMI bukan sekadar organisasi olahraga melainkan wadah pemersatu bangsa. “IMI adalah barokah yang menimbulkan semangat kebersamaan. Event internasional penting, tapi event di daerah juga harus jadi prioritas agar UMKM dan ekonomi lokal bergerak,” tandasnya.
Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid turut hadir dalam acara, sedangkan Sekjen IMI Ahmad Syahroni menyampaikan sambutan secara daring. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
