Camat Karanganom Salurkan Bantuan Inovasi 'Kumis Cakar'

Ternyata, ketiga warga ini benar-benar miskin namun tidak pernah menerima bantuan.

Camat Karanganom Salurkan Bantuan Inovasi 'Kumis Cakar'
Camat Karanganom, Joko Handoyo, bersama rombongan mengunjungi dan menyerahkan bantuan inovasi 'Kumis Cakar' kepada warganya yang tidak mampu, Jumat (3/7/2026). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Tiga warga miskin di wilayah Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten menerima bantuan inovasi 'Kumis Cakar' atau Kunjung Miskin Camat Karanganom, Jumat (3/7/2026).

Bantuan berupa paket sembako tersebut diserahkan langsung Camat Karanganom, Joko Handoyo, beserta rombongan di rumah masing-masing penerima.

Tiga warga penerima bantuan itu adalah Zubaidi warga Dukuh Jebukan RT 1/RW 2 Desa Karanganom, Ahmad Jauhari warga Dukuh Karang Lor RT 1/RW 11 Desa Karangan serta Kusrini warga Karanganom RT 1/RW 11.

Salah seorang penerima bantuan, Kusrini, mengatakan dirinya belum pernah menerima bantuan apa-apa dari pemerintah. Di rumah, dirinya hanya tinggal berdua dengan sang anak.

"Sama sekali belum pernah menerima bantuan. Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan ini," katanya.

Joko Handoyo mengatakan 'Kumis Cakar' merupakan inovasi dari dirinya yang bertujuan membantu warga miskin yang masuk data maupun tidak masuk DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional).

"Dengan mengunjungi langsung alamat yang bersangkutan, kami juga bisa tahu kondisi yang sebenarnya. Ternyata, ketiga warga ini benar-benar miskin namun tidak pernah menerima bantuan. Kami kunjungi sekaligus menyerahkan bantuan yang berasal dari gotong-royong teman-teman di kecamatan," katanya di sela-sela mengunjungi tiga warganya.

Masih banyak

Setelah melihat langsung kondisi mereka, Joko Handoyo merasa prihatin. Ini karena ketiga warganya itu benar-benar miskin namun masuk desil-9. Mantan Camat Polanharjo itu mempertanyakan bagaimana proses pendataan sebelumnya.

Dia mensinyalir masih banyak warga Klaten bernasib sama, artinya benar-benar tidak mampu namun tidak menerima bantuan karena data desil. Sebaliknya, warga yang tidak layak menerima justru menerima bantuan.

TKSK Kecamatan Karanganom, Umi Marwah, di sela-sela mendampingi Camat Karanganom Joko Handoyo mengunjungi ketiga warga tersebut menyampaikan ketiganya masuk desil-9.

Dia akan berkoordinasi dengan operator desa setempat untuk mengusulkan perubahan desil ketiga warga itu.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Klaten, Puspo Enggar Hastuti SE, saat dikonfirmasi mengatakan TKSK dan SDM PKH akan melakukan pendampingan ke operator desa untuk diajukan perubahan desil. Sebab, penentuan desil bukan di Dinas Sosial. (*)