Senin, 25 Jan 2021,


merapi-erupsi-aktivitas-masyarakat-tidak-tergangguGunung Merapi saat masih berstatus Siaga. (nila hastuti/koranbernas.id)


Nila Hastuti

Merapi Erupsi, Aktivitas Masyarakat Tidak Terganggu


SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Luncuran awan panas dari Gunung Merapi yang terjadi pada Kamis (7/1/2021) pagi tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Merapi. Hal ini ditegaskan Bupati Sleman, Sri Purnomo, Kamis (7/1/2021).

"Luncuran awan panas Merapi tadi pagi tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat. Jarak luncuran hanya sekitar 200 meter," kata Sri Purnomo.


Menurut Sri Purnomo, meski telah terjadi luncuran awan panas dan lava pijar, Pemkab Sleman sampai saat ini masih berpegang pada rekomendasi dari BPPTKG Yogyakarta, yakni status Siaga atau Level III.

"Rekomendasi BPPTKG untuk radius aman masih berjarak tiga kilometer dari puncak Merapi. Untuk Sleman yang masuk radius tersebut sudah dilakukan pengungsi terhadap warga kelompok rentan," kata Sri Purnomo.


Bupati juga mengatakan, saat ini jumlah pengungsi di Barak Glagaharjo, Cangkringan yang merupakan warga kelompok rentan dari Dusun Kalitengah Lor ada 350 jiwa. "Total warga Kalitengah Lor sekitar 500 jiwa, telah mengungsi merupakan warga kelompok rentan," katanya.

Pihaknya saat ini juga sudah siap jika status aktivitas Gunung Merapi dinaikkan menjadi Awas. "Kami sudah siap jika ada sinyal aktivitas Merapi naik. Saat ini sudah disiapkan 12 barak pengungsian, mulai dari Kecamatan Cangkringan, Pakem hingga Turi," kata Bupati.

Masing-masing barak yang telah disiapkan tersebut, lanjut Sri Purnomo, memiliki kapasitas 100 jiwa, sehingga total mampu menampung 1.200 pengungsi.

"Semua barak sudah didesain sesuai protokol kesehatan Covid-19, ada sekat-sekat atau bilik di tiap barak pengungsian. Semua sudah sesuai protokol kesehatan," tegasnya.

Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY pada Kamis (7/1/2021) pagi mengeluarkan awan panas guguran pertama dengan tinggi kolom asap 200 meter dari puncak.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, mengatakan awan panas guguran yang terekam di seismogram pada pukul 08.02 WIB itu memiliki durasi 154 detik dengan amplitudo maksimum 28 mm. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini