Menkes Tantang RSUP Sardjito Bangun Tiga Gedung Sekaligus

Semegah apapun gedungnya, jika tanpa sentuhan kemanusiaan, akan melahirkan pelayanan yang dingin.

Menkes Tantang RSUP Sardjito Bangun Tiga Gedung Sekaligus
Menkes bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X saat groundbreaking Gedung Central Medical Unit RSUP Dr Sardjito. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, mendorong percepatan transformasi layanan kesehatan di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dengan strategi pendanaan yang agresif.

Dalam groundbreaking Gedung Central Medical Unit (CMU), Menkes menantang sekaligus menginstruksikan manajemen rumah sakit itu tidak hanya membangun satu gedung melainkan tiga sekaligus dengan memanufaktur aset keuangan yang dimiliki.

Menkes Budi mengkritisi pola pembangunan konvensional yang lambat. Dia menegaskan, dana mandiri sebesar Rp 900 miliar yang dimiliki RSUP Dr Sardjito seharusnya tidak dihabiskan untuk satu gedung saja.

"Kalau kita ingin diperbanyak, punya uang Rp 900 miliar, jangan jadikan satu gedung. Dengan dana itu, perbankan akan senang hati memberikan pinjaman hingga Rp 1,8 triliun atau total anggaran Rp 2,7 triliun. Itu cukup untuk membangun tiga gedung," ujar Budi Gunadi di lokasi proyek, Rabu (8/1/2026).

Bisa dipercepat

Strategi leverage finansial ini dimaksudkan agar Master Plan RSUP Dr Sardjito yang ditargetkan selesai total pada 2040, bisa dipercepat penyelesaian infrastruktur utamanya pada tahun 2029.

Targetnya tahun ini minimal dua gedung harus dimulai groundbreaking, termasuk peremajaan Gedung E yang merupakan bangunan tertua (43 tahun).

Menkes Budi Gunadi juga pasang target tujuh gedung utama dalam master plan RSUP Dr Sardjito dapat beroperasi penuh dan diresmikan bersama pada tahun 2029.

Harapannya transformasi ini menjadikan RSUP Dr Sardjito tidak hanya sebagai rujukan nasional, tetapi juga benteng kesehatan yang menjaga kualitas hidup masyarakat, termasuk Sri Sultan HB X.

Pelayanan terbaik

"Kami berharap Ngarso Dalem (Sri Sultan) bisa mendampingi kami meresmikan master plan ini nanti. Kementerian Kesehatan merasa berhasil jika usia Ngarso Dalem minimal sama dengan Ratu Elizabeth, dijaga oleh pelayanan kesehatan terbaik," kata Menkes.

Direktur Utama RSUP Dr Sardjito dr Eniarti melaporkan, Gedung Central Medical Unit (CMU) yang mulai dibangun di Zona C ini dirancang sebagai pusat layanan berteknologi tinggi. Gedung seluas 51.825 meter persegi ini terdiri dari 8 lantai dan 2 rubanah (basement).

"Gedung ini akan menambah kapasitas tempat tidur menjadi 1.189, di mana 302 di antaranya untuk intensive care. Khusus di CMU, akan ada 195 tempat tidur intensive care dan 30 kamar operasi, di mana 5 kamar operasi disiapkan khusus untuk bedah robotik," jelasnya.

Pembangunan ini bertujuan mengintegrasikan layanan yang selama ini terpisah-pisah, sekaligus membuktikan bahwa kualitas berobat di dalam negeri mampu menyaingi layanan luar negeri.

Catatan Sultan 

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang turut hadir, memberikan catatan penting terkait pembangunan fisik yang masif ini. Sultan menyatakan CMU harus dimaknai sebagai ikhtiar "restorasi sosial" dan perwujudan filosofi Hamemayu Hayuning Bawana.

"Teknologi, sistem dan tata kelola tidak lagi sekadar diuji oleh efisiensi. Kemajuan tidak boleh kehilangan rasa, dan ketertiban tidak boleh menjauh dari kemanusiaan," tegas Sultan.

Sultan HB X mengingatkan agar pasien tidak lagi dipandang sebagai obyek yang berpindah antar-unit, melainkan subjek yang harus dilayani dengan pendekatan Patient Centered Care. "Semegah apapun gedungnya, jika tanpa sentuhan kemanusiaan, akan melahirkan pelayanan yang dingin dan teralienasi," tandasnya. (*)