Memperingati HPN 2026, Ini Pesan Bupati Kebumen Lilis Nuryani

Di tengah arus informasi yang sangat deras, peran pers profesional justru semakin dibutuhkan.

Memperingati HPN 2026, Ini Pesan Bupati Kebumen Lilis Nuryani
Bekerja sama dengan Perumda Air Minum Tirta Bumi Sentosa Kebumen Panitia Peringatan HPN dan HUT PWI membagikan bingkisan untuk anak yatim piatu. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Bupati Kebumen Lilis Nuryani berharap peran pers dalam menyampaikan berita agar berimbang. Berita pembangunan dan kekurangan disampaikan pers. Pemkab Kebumen membuka diri dengan kritik dari pers.

Harapan itu disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Susilo, pada tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke PWI-80 PWI di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kebumen, Senin (9/2/2026) malam.

Menurut Lilis, HPN merupakan momen penting. Pers adalah bagian dari kehidupan masyarakat. Apa yang ditulis, disiarkan dan disampaikan media ikut membentuk cara pandang warga terhadap daerahnya sendiri.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kebumen, saya menyampaikan terima kasih kepada PWI dan seluruh insan pers yang selama ini bekerja dengan tekun di lapangan," kata Lilis Nuryani.

Semakin dibutuhkan

Tidak mudah, harus cepat, akurat sekaligus tetap menjaga etika. Di tengah arus informasi yang sangat deras, peran pers profesional justru semakin dibutuhkan.

Tahun 2026 ini, Pemkab Kebumen terus bergerak dalam pembangunan, jalan, jembatan, layanan dasar, pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi warga.

Semua berjalan bertahap. Masyarakat berhak tahu apa yang sedang dan akan dikerjakan pemerintah. Di sinilah kemitraan dengan PWI dan media menjadi sangat penting.

"Kami ingin informasi pembangunan yang sampai ke warga itu berimbang, jernih dan utuh," kata Lilis.

Kritik yang jujur

Menurut dia, apa yang sudah baik perlu disampaikan. Apa yang masih kurang juga boleh dikritisi. Kritik yang jujur itu membantu memperbaiki diri dan kepentingan masyarakat, agar tidak muncul kabar yang memecah, menyesatkan atau membuat warga bingung.

"Saya mengajak insan pers Kebumen tetap menjaga marwah profesi. Verifikasi sebelum publikasi," kata Lilis Nuryani. Kedepankan data, dekat dengan masyarakat, peka terhadap persoalan di bawah,” katanya.

Pers yang kuat akan membuat daerah juga kuat, karena kebijakan publik berjalan dalam pengawasan dan partisipasi.

Pemkab Kebumen terbuka untuk terus berdialog dengan PWI jika ada hal yang perlu diluruskan, dibahas atau diklarifikasi. "Mari duduk bersama. Tujuan kita sama: Kebumen berdaya dan warganya merasakan manfaat nyata," kata Lilis Nuryani.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wahyu Siswanti menyatakan siap bekerja sama dengan pers yang diharapkan bisa menjadi penjernih terhadap berita berita yang tidak benar. (*)