“Memasak Itu Seni, Pakai Hati Pasti Hasilnya Beda…”

Berdasarkan penelitian, kuliner menjadi urutan pertama usaha ekonomi kreatif di DIY.

“Memasak Itu Seni, Pakai Hati Pasti Hasilnya Beda…”
Pembukaan pelatihan tata boga hasil kerja sama UNY dengan PKBM “Mandiri” Kretek Bantul, Kamis (31/7/2025) siang. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “Mandiri” yang beralamat di Jalan Samas Km 21 Dusun Karen Kalurahan Tirtomulyo Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul menggelar pelatihan tata boga.

Kegiatan ini bekerja sama dengan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Teknik Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pelatihan dibuka secara zoom meeting, Kamis (31/7/2025) siang.

Ketua tim PkM dari Fakultas Teknik Tata Boga UNY, Prof Marwanti, mengatakan pentingnya melakukan pemberdayaan ekonomi keluarga dan perlunya melibatkan seluruh anggota keluarga. Di antaranya melalui usaha kuliner yang banyak menjadi kebutuhan masyarakat.

“Terlebih wilayah PKBM “Mandiri” juga dekat dengan wisata pantai, bisa jual di sana. Memasak itu seni dan memasak agar memakai hati, pasti nanti hasilnya beda,” katanya.

Bahan disediakan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kuliner menjadi urutan pertama usaha ekonomi kreatif di DIY. “Pada pelatihan ini diberikan materi tentang kudapan dan patiseri misalnya membuat roti,” katanya.

Adapun bahan baku disediakan tim UNY dan hasil praktik peserta menjadi hak peserta pelatihan. Ada dua kali pertemuan praktik.

Salah seorang tim PkM UNY, Dr Badraningsih L, mengatakan dinamakan kue dan minuman nusantara jika dilihat dari bahannya adalah beras atau tepung beras, ketan atau tepung ketan, aneka tepung-tepungan, singkong, umbi-umbian, biji, kacang-kacangan dan buah.

Adapun bentuknya bisa diolah menjadi banyak jenis seperti aneka bubur, arem-arem dan klethikan. Untuk teknik olahan dengan cara rebus, kukus, bakar, goreng, oven.

Membuka usaha

Ketua PKBM “Mandiri” Yuli Sutanta A Md mengatakan pelatihan tata boga diikuti 23 peserta. Selain dari peserta didik PKBM juga warga sekitar. Kegiatan itu bertujuan meningkatkan keterampilan peserta sehingga ilmu yang diperoleh selain bisa digunakan untuk keluarganya masing-masing, juga bisa untuk membuka usaha.

“Diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat maupun peserta didik kami.  Ini bagian dari peningkatan kapasitas SDM dan pembekalan life skill yang bisa bermanfaat di kemudian hari,” katanya.

Pelatihan tata boga bukanlah yang pertama. Sudah beberapa kali dilakukan dan bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk UNY. “Untuk UNY ini bukan yang pertama kali kita kerja sama,” katanya. (*)