Lemonilo Meriahkan Perayaan Waisak di Borobudur dengan Pesan Hidup Sehat
Lemonilo juga turut ambil bagian dalam prosesi pelepasan lampion Waisak di Plataran Borobudur.
KORANBERNAS.ID, MAGELANG – Di tengah kemeriahan dan kekhidmatan perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE di kawasan Borobudur, Lemonilo memilih pendekatan yang berbeda. Tidak hanya membuka booth produk, perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) tersebut turut menggelar sesi dongeng edukatif yang mengajak anak-anak memahami nilai kedamaian, kepedulian terhadap lingkungan dan menjaga kesehatan sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung di Plataran Borobudur itu menjadi salah satu upaya Lemonilo mengisi perayaan Waisak dengan aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai edukatif bagi keluarga yang hadir. Ribuan wisatawan dan umat Buddha yang datang ke Borobudur menjadi bagian dari suasana yang memadukan spiritualitas, budaya dan pembelajaran.
Sesi dongeng spesial Lemonilo dirancang untuk menyampaikan pesan-pesan moral secara ringan dan menyenangkan. Anak-anak diajak memahami arti hidup harmonis, pentingnya berbuat baik kepada sesama, serta menjaga kesehatan tubuh dan alam sekitar melalui cerita yang mudah dipahami.
Head of Marcomm Lemonilo, Karina Mahaya, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/6/2026) mengatakan bahwa Waisak merupakan momentum yang sangat dekat dengan nilai refleksi diri, kedamaian dan keharmonisan. Karena itu, Lemonilo ingin mengambil peran dengan menyebarkan pesan kebaikan melalui pendekatan yang dapat diterima oleh seluruh anggota keluarga.
Pikiran damai
“Waisak di Borobudur selalu menjadi momen penuh kedamaian, refleksi diri dan harmoni. Melalui kegiatan dongeng edukatif dan partisipasi dalam pelepasan lampion, Lemonilo ingin menyebarkan pesan kebaikan secara holistik. Kami percaya bahwa kesehatan sejati bermula dari keseimbangan antara tubuh yang ternutrisi dengan baik dan pikiran yang damai,” ujar Karina.
Selain edukasi bagi anak-anak, Lemonilo juga turut ambil bagian dalam prosesi pelepasan lampion Waisak di Plataran Borobudur. Tradisi yang sarat makna tersebut menjadi simbol harapan, doa, dan semangat perdamaian yang diterbangkan bersama ke langit malam Borobudur.
Partisipasi dalam pelepasan lampion menjadi penanda komitmen Lemonilo untuk mendukung kegiatan budaya dan spiritual yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi perusahaan untuk mengajak masyarakat merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan hidup, baik secara fisik maupun mental.
Tidak hanya itu, Lemonilo juga menghadirkan booth interaktif yang menyediakan berbagai produk tanpa pengawet, pewarna sintetis, dan penguat rasa. Kehadiran booth tersebut memberi kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal pilihan makanan yang lebih sehat selama mengikuti rangkaian kegiatan Waisak yang berlangsung seharian.
Kesan positif
Berbagai produk seperti Mi Lemonilo dan camilan Chimi Keripik Tempe menjadi pilihan bagi pengunjung yang membutuhkan asupan praktis selama mengikuti prosesi ibadah maupun kegiatan wisata budaya di kawasan Borobudur.
Karina menambahkan, melalui kombinasi kegiatan edukasi dan partisipasi budaya, Lemonilo berharap dapat meninggalkan kesan positif bagi masyarakat yang hadir dalam perayaan Waisak tahun ini.
“Kami berharap kehadiran Lemonilo di Plataran Borobudur dapat memberikan pengalaman yang berkesan bagi masyarakat. Melalui dongeng, kami menanamkan kebiasaan baik pada generasi muda, dan melalui lampion, kami menitipkan harapan untuk Indonesia yang lebih sehat dan harmonis,” kata dia.
Melalui pendekatan yang menggabungkan edukasi, kesehatan dan budaya, Lemonilo menunjukkan partisipasi dalam sebuah perayaan besar tidak hanya dapat dilakukan melalui promosi produk, tetapi juga dengan pengalaman yang memberikan manfaat dan nilai bagi masyarakat. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
