Selasa, 15 Jun 2021,


lansia-84-tahun-ini-masih-semangat-belajar-baca-quranMbah Darmo Miyati mengacungkan jempol saat menerima bingkisan dari Bapera DIY. (sholikul hadi/koranbernas.id)


Siaran Pers
Lansia 84 Tahun Ini Masih Semangat Belajar Baca Quran

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN – Belajar memang tidak mengenal usia. Inilah yang menyemangati Mbah Darmo Miyati untuk belajar membaca Al Quran. Meski usianya sudah 84 tahun dia sepertinya tidak mau kalah dengan yang muda-muda.


Seperti santri-santri lainnya selama Ramadan 1442 H kali ini Mbah Darmo tampaknya lebih terpacu semangatnya belajar mengeja demi huruf Arab buku Iqra serta melafalkannya di bawah bimbingan para pembimbing.


“Semangat Mbah...,” ujar rekan-rekannya sesama santri Pondok Pesantren Sabilunnajah Temuwuh Kidul Balecatur Gamping Sleman, Kamis (6/5/2021), saat mengikuti acara Bapera DIY Berbagi.

Wanita lanjut usia (lansia) yang tercatat sebagai salah seorang santri Pondok Pesantren Sabilunnajah Temuwuh Kidul Balecatur Gamping Sleman itu spontan mengacungkan jempol saat diambil gambarnya menerima bantuan bingkisan paket lebaran.


Kali ini, Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) DIY memilih pondok tersebut sebagai kegiatan berbagi sekaligus silaturahmi.


“Kedatangan kami sebagai bentuk solidaritas sekaligus memberikan bingkisan. Jangan dipandang harga dan bentuknya tapi inilah awal silaturahmi kami. Mudah-mudahan bisa berkelanjutan. Semoga bingkisan ini bermanfaat,” ungkap Nurcholis Suharman, Ketua Bapera DIY yang juga anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD DIY itu.


Merespons itu, pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah, H Joko Wahono menyampaikan semoga silaturahmi ini terus terjalin berkesinambangunan. “Pertemuan ini bukan kebetulan, tetapi rencana Allah SWT. Kami mengasuh tujuh dusun, bahkan sudah ada warga dari tujuh dusun belajar ke pondok ini,” ungkapnya.

Setiap hari santri terdapat 31 orang santri yang ngaji di pondok yang mulai dibangun tahun 2005 itu. Selebihnya terdapat kurang lebih 86 jamaah rutin mengikuti ngaji mingguan. “Tiap malam Rabu kami bertemu,” ucapnya.

Pondok Pesantren Sabilunnajah memang dirancang untuk mendampingi masyarakat. Pada lahan seluas total empat hektar tersebut terdapat bangunan rumah tahfid Quran serta pendapa yang befungsi sebagai tempat pertemuan, salat dan ngaji. Bangunan masjid belum jadi alias mandek karena terkendala dana. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini