Langkah Strategis,Pemkab Sleman Memperkuat Reformasi Birokrasi
Bupatimenginstruksikan seluruh Kepala OPD mengoptimalkan akuntabilitas kinerja.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten Sleman mengambil langkah strategis guna memperkuat tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi. Langkah ini ditegaskan melalui penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sleman dalam acara Koordinasi Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah(SAKIP) dan Reformasi Birokrasi (RB) Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Sembada, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (3/6/2026).\
Bupati Sleman Harda Kiswaya, dalam arahannya menyatakan reformasi birokrasi dan SAKIP bukanlah sekadar pemenuhan administrasi atau formalitas evaluasi tahunan.Sebaliknya, instrumen tersebut harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap proses penyelenggaraan pemerintahan demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Secara khusus, bupati menginstruksikan seluruh jajaran Kepala OPD mengoptimalkan akuntabilitas kinerja yang pada akhirnya berdampak langsung pada pelayanan publik.Acara koordinasi ini sekaligus menjadi momentum refleksi penting, menandai 13 tahun penyelenggaraan Reformasi Birokrasi dan 10 tahun implementasi SAKIP di Kabupaten Sleman.
Berdasarkan data Laporan Hasil Evaluasi (LHE) terbaru, Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Sleman sejatinya menunjukkan tren positif yang konsisten dalam lima tahun terakhir, dengan capaian indeks RB melesat naik sebesar 4,66 poin dari angka 92,90 pada tahun 2024 menjadi 97,56 di tahun 2025 (Predikat A-).
Secara terukur
Nilai total SAKIP Sleman pun mengalami kenaikan dari 80,86 menjadi 81,80.Meski mencatat tren kenaikan, Harda mengingatkan agar seluruh OPD tidak cepat berpuas diri dan menindaklanjuti seluruh rekomendasi dari Kementerian PANRB secara terukur dan berkelanjutan.
"Saya berharap penandatanganan komitmen hari ini diwujudkan dalam tindakan nyata,kolaborasi yang kuat, dan kesungguhan seluruh perangkat daerah untuk menindaklanjuti rekomendasi evaluasi secara konkret," tambah Harda.
Melalui komitmen bersama ini, Pemkab Sleman siap melakukan penguatan cascading kinerja dari tingkat hulu hingga hilir. Di samping itu, penguatan aspek perencanaan dan pemanfaatan teknologi digital (IT) berbasis outcome akan dioptimalkan demi mewujudkan budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) yang agile, adaptif dan kolaboratif bagi kesejahteraan warga. (*)
Nila Hastuti
