KKN UAD Menginisiasi Hidup Sehat melalui Budidaya Toga

KKN UAD Menginisiasi Hidup Sehat melalui Budidaya Toga

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit II.C.1, Tegallayang 9, Caturharjo, Pandak, Bantul menginisiasi edukasi hidup sehat melalui sosialisasi “Tanaman Obat Keluarga (toga)” kepada masyarakat sekitar pada Selasa, (29/8/2023). Kegiatan ini dihadiri oleh para ibu yang tergabung dalam Dasawisma RT-003 dan RT-004 serta Ibu Dukuh Tegallayang 9, Bantul. Mahasiswa Farmasi UAD Maharani Tantri Aberta atau Berta didapuk menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.  

Demikian siaran pers yang diterima koranbernasi.id Senin (4/9/2023).

Kusumaningrum dalam bukunya Tanaman Obat Keluarga (2020) menerangkan, toga atau apotek hidup merupakan tanaman yang bermanfaat untuk mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit. Oleh karena itu, tanaman ini banyak ditanam di pekarangan atau halaman rumah warga sebagai tanaman obat keluarga (toga). Adapun tujuan dibudidayakannya toga yaitu untuk memenuhi keperluan obat-obatan dalam keluarga dengan cara pengolahan dan peracikan yang sederhana. Dengan demikian, semua orang dapat mempraktikkannya.

Senada dengan Kusumaningrum, Berta menuturkan bahwa toga memiliki banyak manfaat dan kegunaan bagi masyarakat. “Dengan menanam toga, masyarakat dapat meningkatkan kesehatan secara sederhana. Toga menjadi alternatif pengobatan yang murah dan aman, sebab banyak ditemukan jamu yang berasal dari toga. Selain ampuh dalam membantu penyembuhan suatu penyakit, toga juga dapat digunakan untuk pencegahan atau preventif,” terangnya.

Setelah pemaparan materi, ibu-ibu mempraktekkan secara langsung penanaman toga berupa jahe, kencur, kunyit, dan temu kunci. Praktek budidaya toga memerlukan bahan yang sederhana dan dapat diperoleh di mana saja, di antaranya bibit toga, pupuk, media tanam, dan polybag. Bibit toga ditanam dalam polybag yang telah terisi media tanam dan pupuk. Bibit ini dapat disiram sekali sehari di waktu sore atau dua kali sehari selama musim kemarau. Kemudian, jika sudah cukup besar, toga dapat dipindahkan ke pekarangan rumah.

Apresiasi disampaikan oleh Ibu Dukuh atas inisiasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UAD dalam mengedukasi masyarakat mengenai manfaat dan budidaya toga. (*)