Kesbangpol Purworejo Gelar Pendidikan Politik untuk Generasi Muda, Pahami Politik yang Baik

Informasi sosial politik yang marak di medsos harus disikapi bijak. Masyarakat harap hati-hati melihat medsos.

Kesbangpol Purworejo Gelar Pendidikan Politik untuk Generasi Muda, Pahami Politik yang Baik
Pembukaan sosialisasi pendidikan politik yang digelar Kesbangpol di Kecamatan Loano Purworejo. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Generasi muda se-Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo memperoleh pendidikan politik dari Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Purworejo.

Kegiatan yang diikuti generasi di bawah 40 tahun tersebut berlangsung di balai desa Loano, Jumat (19/9/2025). Pendidikan politik bertujuan memberikan informasi positif tentang situasi sosial dan politik bangsa.

Sebagai narasumber Wakil Ketua DPRD Purworejo Rokhman, Komisioner KPU Purworejo Abdul Azis, tokoh masyarakat Yoga Triyanto dan tuan rumah Camat Loano, Kusairi, serta Kades Loano, Sutarto.

Mewakili Kepala Kesbangpol Purworejo, Kabid Poldagri (Politik Dalam Negeri) dan Ormas (Organisasi Massa), Ahmadi Sunawar, mengatakan Kesbangpol hanya sebagai pelaksana tugas melaksanakan pendidikan politik.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Rokhman, menjadi narasumber pendidikan politik. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)

"Pendidikan politik kita laksanakan setiap tahun untuk membangun dinamika politik yang semakin berkembang. Perlu kita sampaikan informasi sosial politik yang marak di medsos harus disikapi dengan bijak. Masyarakat harap hati-hati melihat medsos,” katanya. 

Ahmadi berharap kegiatan tersebut bermanfaat bagi peserta. Ke depan pihaknya berharap memberikan pendidikan politik tidak hanya pada generasi muda saja melainkan juga menyasar pelajar SMP, karang taruna dan PKK. "Kita juga membidik pelajar SMP kelas 2 dan 3, karena ke depan dua atau tiga tahun sudah punya hak pilih," jelas Ahmadi kepada media.

Kesbangpol juga sudah memberikan pendidikan politik untuk perempuan dan sudah dilaksanakan di 10 kecamatan se-Kabupaten Purworejo.

Camat Loano, Kusairi, menyatakan prihatin dengan aksi anarkis saat demo yang terjadi akhir-akhir ini. Hal itu terjadi karena kurangnya pemahaman informasi politik. Dengan pendidikan politik, generasi muda mampu mendapatkan pemahaman politik sehingga bisa bersikap sebagaimana mestinya.

Peserta pendidikan politik di Kecamatan Loano Purworejo. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Rokhman, pendidikan politik untuk generasi muda perlu memperoleh dukungan. "Sekarang anggaran minim karena sedang ada efisiensi dari pusat," jelasnya.

Menurutnya, pada era digitalisasi sekarang ini ada titik nadir generasi muda tentang pendidikan politik. "Ada kejenuhan di antara anak-anak muda, menurut kami perlu ada evaluasi ke depan," tambahnya.

Dia sepakat proses pendidikan politik perlu sering dilaksanakan agar memberikan pemahaman generasi muda terhadap proses politik yang baik. "Kami merasakan proses politik yang dialami sejak masa reformasi hingga saat ini, belum ada kesadaran politik pada diri masyarakat. Sekarang proses politik berjalan pragmatis. Kalau kita berpikir pragmatis, maka tidak ada rasa kebersamaan," tandasnya.

Rokhman juga prihatin saat ini masyarakat gampang sekali disulut dengan ajakan-ajakan yang tidak benar. Pendidikan politik semestinya dilakukan sesering mungkin, agar generasi muda memahami politik yang baik dan tidak asal-asalan.

Perlu kebersamaan

"Kami sebagai pelaku politik sangat kaget, tiba-tiba ada gerakan masif, di banyak daerah ada gerakan politik yang diikuti gerakan anarkis. Saya sendiri tidak habis pikir, di era digital masyarakat mudah tersulut," ujar politisi Partai Golkar itu.

Komisioner KPU Purworejo Abdul Aziz menyebutkan generasi muda bisa berpartisipasi dalam pemilu sebagai panitia penyelenggara atau relawan demokrasi. Sedangkan Gen Z dan kaum milenial merupakan kelompok pemilih terbesar. Untuk itu perlu kebersamaan dalam mensukseskan pemilu.

"Demokrasi bukan slogan tapi tanggung jawab masyarakat, mudah menyampaikan aspirasi, dan mudah menyalurkan ke masyarakat. Gen Z dan milenial menentukan arah bangsa. “Jangan apatis,” katanya seraya berharap generasi muda menjadi pelopor demokrasi cerdas mengingat pemilu merupakan bagian dari pembelajaran hidup. (*)