Keluarga Besar UMBY Gelar Halal Bihalal
Adalah agenda rutin setiap tahun pada bulan Syawal sebelum memasuki hari kerja.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Keluarga besar Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar Halal Bihalal di Masjid Hikmah Tawakkal Kampus 1 Jalan Wates Km 10 Sedayu Bantul, Sabtu (28/3/2026).
Acara itu dihadiri pihak Yayasan Wangsa Manggala yakni Aryo Winoto S Pt dan Teguh Wahyudi SE, Rektor Dr Agus Slamet, para wakil rektor serta seluruh dosen dan karyawan. Hadir pula Forkopimkap Sedayu. Sedangkan pengisi hikmah syawalan Ustad Agus Mulyono.
Kepala Biro Humas dan Kerjasama UMBY, Widarta MM, mengatakan halal bihalal adalah agenda rutin setiap tahun pada bulan Syawal sebelum memasuki hari kerja yang dimulai Senin (30/3/2026).
"Ini adalah bentuk silaturahmi saling memaafkan di hari Lebaran Idul Fitri 1447 H serta bentuk jalinan kerja sama antara yayasan, pimpinan, struktural sampai para pegawai hingga outsourcing dengan jumlah sekitar 400 orang dari kampus 1, 2 dan 3," kata Widarta.
Akreditasi 2026
Dijelaskan, saat ini pihaknya sedang fokus menyiapkan akreditasi institusi tahun 2026 dan berharap bisa akreditasi unggul. "KIta akan berjuang bersama dan semoga bisa akreditasi unggul. Dari 16 Prodi mayoritas sudah unggul termasuk perpustakaan," terangnya.
Pada tahun ini pula, kampus itu sedang menyiapkan perubahan kurikulum yang dilakukan setiap empat tahun sekali disesuaikan zaman yang saat ini serba digital.
Selain itu, sedang disiapkan pula penambahan gedung di kampus 1 ataupun kampus 2 untuk meningkatkan kualitas perkuliahan di kampus yang memiliki student body hampir 10 ribu mahasiswa tersebut.
Sementara Ustad Agus Mulyono mengatakan gambar yang biasanya ditampilkan saat Syawalan adalah kupat atau ketupat. Ini memiliki makna laku papat. Pertama, bermakna Lebaran walau beda hari tidak masalah. Lebaran adalah hari kemenangan setelah Ramadan.
Tidak pelit
Kedua, bermakna Luberan yakni menjadikan orang yang tidak pelit. Ketiga bermakna Labuhan yakni semuanya kita kembali seperti waktu bayi, putih tanpa dosa dan keempat bermakna Leburan yakni semua dosa dihapus.
"Usai Ramadan kita jangan berubah, ibadah yang dilaksanakan di bulan Ramadan harus terus kita pertahankan. Misalnya salat berjamaah awal waktu," katanya.
Dia mengingatkan agar melaksanakan beberapa hal sebagai kunci bahagia hidup di dunia yakni senantiasa bersyukur, lidah sering berzikir, menjaga lisan dan ucapan, menjaga salat dan bersedekah. (*)
Sariyati Wijaya
