umby-dampingi-warga-desa-kelola-bukit-kapurTim Fakultas Agro Industri UMBY mendampingi masyarakat Pedukuhan Kepuhan Desa Argorejo Sedayu Bantul. (istimewa)


Sari Wijaya

UMBY Dampingi Warga Desa Kelola Bukit Kapur

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Padukuhan Kepuhan Desa Argorejo Kecamatan Sedayu Bantul merupakan salah satu wilayah perbukitan di Bumi Projotamansari. Lokasinya sekitar 2,7 kilometer arah selatan dari Kampus 1 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Jalan Wates Km 10 Sedayu.

Luas wilayah padukuhan ini 141 hektar, 37 hektar di antaranya berupa hutan rakyat yang ditanami jati, mahoni, melinjo, gadhung, uwi dan ketela. Hutan tersebut awalnya menjadi sumber penghasilan masyarakat sekitar khususnya Kelompok Tani GinanjarM.


Baca Lainnya :

Mengingat hasil dari bercocok tanam tidak menentu, tidak sedikit warga desa terutama para pemuda memilih merantau mencari pekerjaan di luar  daerah. Ini mengakibatkan tenaga kerja hanya tersisa orang tua yang kebanyakan lansia.

“Keterbatasan pengetahuan  dan sumber daya manusia menjadi penyebab belum menyeluruhnya pengelolaan serta perawatan hutan," kata Widarta MM, Humas UMBY, kepada koranbernas.id di kampusnya, Rabu (12/8/2020).


Baca Lainnya :

Inilah tantangan bagi kampus tersebut untuk mengembangkan bukit kapur supaya lebih produktif dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

Tangan itu kemudian digarap Fakultas Agro Industri (FAI) yang kembali meraih pendanaan dari Dikti dengan judul Pengembangan Eduekowisata Melalui Sistem Agroforestri Sebagai Multy Problem Solution di Desa Argorejo.

Program di bawah bimbingan  Ir Wafit Dinarto MSi ini diketuai Hijab Ali Sojana dari Program Studi Agrotekonologi 2018. Selain Ali Sojana, program tersebut juga dilaksanakan oleh sepuluh anggota lain.

Mereka adalah Siti Muslimah (Agroteknologi 2018), Regina (Agroteknologi 2018), Melati (Agroteknologi 2018), Mustaghfiri (Agroteknologi 2018), Arista (Agroteknologi 2018), Wahyu (Agroteknologi 2019),Fahda (THP 2018),Desti (THP 2018), Dandika (Peternakan 2018) dan Riki (Peternakan 2019).

“Kami melaksanakan program di Padukuhan Kepuhan. Yang kami lihat memang masih bisa dikembangkan potensinya di tengah keterbatasan," kata Ali.

Adapun namanya adalah Program Holistik Pembinaan Dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) berupa pengembangan edu ekowisata melalui sistem agro-forestry.

Tim rencananya akan memberikan pelatihan, pendidikan dan pendampingan bagi masyarakat sekitar khususnya Kelompok Tani GinanjarM.

“Harapannya program ini menambah pengetahuan sekaligus pengalaman masyarakat dalam pengelolaan hutan, mampu menuntaskan pembangunan sehingga dapat memberikan multimanfaat bagi masyarakat sekitar maupun Kelompok Tani GinanjarM," Kata Ali. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini