Selasa, 15 Jun 2021,


sleman-siap-membuka-ppdb-sd-dan-smpKepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Ery Widaryana bersama Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menjelaskan PPDB Sleman 2021/2022, Kamis (10/6/2021). (nila hastuti/koranbernas.id)


Nila Hastuti
Sleman Siap Membuka PPDB SD dan SMP

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Pemerintah Kabupaten Sleman, menjadwalkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pembelajaran 2021/2022 tingkat SD dan SMP pada pertengahan Juni 2021. PPDB tingkat SD dibuka tanggal 15-17 Juni 2021, dan tingkat SMP dibuka pada 22-24 Juni 2021.


Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Ery Widaryana mengatakan, untuk PPDB ini disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 1 tahun 2021. Yaitu jalur zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua dan prestasi.


“Pendaftaran jalur zonasi untuk jenjang SD dan SMP ada sedikit perbedaan. Jalur zonasi SD menggunakan kewilayahan. Ada zona 1, 2, 3 dan seterusnya. Sedangkan jalur zonasi tingkat SMP mirip seperti tahun lalu, dibuat dengan zona wilayah dan zona radius,” kata Ery kepada wartawan, Kamis (10/6/2021).

Ery menjelaskan, untuk zonasi wilayah, akan melihat dan mempertimbangkan tingkat kepadatan penduduk serta kondisi geografis di masing-masing sekolah. Sementara, zonasi radius, berpedoman pada jarak dengan radius 300 meter maupun 600 meter. Artinya, siswa yang ada di radius tersebut maka dipastikan akan diterima.


“Zonasi SD basisnya padukuhan. Kalau SMP, basis utamanya kalurahan,” tutur Ery.


Mengenai kuota SD, secara umum untuk jalur zonasi wilayah menampung 75 persen. Jalur afirmasi 20 persen dengan rincian afirmasi miskin 5 persen, dan afirmasi difabel 10 persen. Jalur perpindahan orang tua 5 persen. Kemudian untuk jalur prestasi nantinya akan dimasukkan dalam jalur zonasi.


“Namun itu masih data sementara. Nanti akan ada petunjuk teknis yang mengatur soal hal tersebut,”ujarnya.

Jumlah SD di Sleman ada 510 sekolah. Terdiri dari 374 SD negeri dan 136 SD swasta. Daya tampung SD negeri 11.900-an siswa dan SD swasta 6.000-an siswa. Kapasitas tersebut cukup untuk menampung semua lulusan TK di Sleman yang akan masuk ke SD.

Untuk kuota PPDB SMP jalur zonasi minimal 50 persen. Jalur afirmasi 15 persen (miskin dan difabel). Kemudian, jalur perpindahan orang tua 5 persen, dan jalur prestasi 20 persen. Kalau kursinya tak terpenuhi, maka kuota akan diberikan ke jalur zonasi.

Kemudian untuk jumlah SMP negeri di Sleman ada 54 sekolah, dengan daya tampung sebanyak 7.000 siswa.

“Lulusan SD/MI di Sleman 16.800 siswa. Namun jumlah lulusan tersebut, nantinya bisa tertampung semuanya di sekolah. Sebab selain SMP negeri juga ada SMP swasta dan madrasah yang daya tampungnya 18.192 siswa,” kata Ery.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan anak-anak di Sleman harus bisa sekolah hingga SMA. Karena itu, Pemlab Sleman melayani peserta didik untuk bisa sekolah.

“Semua anak di Sleman tidak membedakan suku, ras, agama dan lainnya, akan tetap mendapat pendidikan hingga SMA. Karena itu dalam PPDB 2021/2022 akan dilakukan secara obyektif, transparan, akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Kustini.

Diharapkan Kustini, jangan sampai anak-anak di Sleman tidak sekolah. Karena itu dalam PPDB yang dilakukan secara online dan luring tetap menjaga protokol kesehatan. (*)

 

 



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini