Kasus KA Gajayana Tabrak Truk di Kutowinangun, Polisi Terus Lakukan Penyelidikan

Keterangan dari beberapa orang yang diklarifikasi, palang pintu di Desa Mekarsari truk masuk lintasan sebidang belum tertutup

Kasus KA Gajayana Tabrak Truk di Kutowinangun, Polisi Terus Lakukan Penyelidikan
Lokasi kecelakaan KA Gajayana tabrak truk (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN--Perkara KA Gajayana menabrak truk di perlintasan sebidang di Desa Lundong, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen proses hukumnya masih tahap penyelidikan. Gelar perkara pertama  kecelakaan yang menewaskan sopir truk, dilakukan Satuan Lalu Lintas ( Satlantas) dan Satuan Reserse Kriminal ( Satreskrim) Polres Kebumen. 

"Sepuluh orang telah diklarifikasi, diantaranya penjaga lintasan dan kernet truk, " kata Kepala Satlantas Polres Kebumen AKP Edi Nugroho yang dikonfirmasi koranbernas.id, Rabu (11/2/2026). 

Mereka yang diklasifikasi, sebagian besar pihak yang berada di lokasi kejadian sebelum dan ketika terjadi kecelakaan. Status mereka belum sebagai saksi. Status sebagai saksi atau tersangka, jika proses hukum ditingkatkan menjadi penyidikan. 

“Akan ada gelar perkara lagi bersama Satlantas dan Satreskrim,” kata Edi Nugroho. Hasil gelar perkara akan diperoleh kesimpulan, apakah kecelakaan itu terjadi, karena ada pihak yang lalai, sehingga terjadi kecelakaan. 

Keterangan dari beberapa orang yang diklarifikasi, palang pintu di Desa Mekarsari truk masuk lintasan sebidang belum tertutup.

Ada beberapa kemungkinan setelah gelar perkara. Jika ditingkatkan menjadi penyidikan, ada pihak yang diklarifikasi menjadi saksi atau menjadi tersangka. 

Hasil gelar perkara lanjutan akan menentukan, penyidikan dilakukan penyidik Satlantas atau Satreskrim.

Seperti diberitakan, KA Gajayana relasi Malang - Gambir, Selasa (27/1/2026) malam menabrak truk tronton di lintasan sebidang Desa Lundong, Kecamatan Kita, Kebumen. Sopir truk Sutarno (42) warga Ajibarang,, Banyumas meninggal dunia, setelah truk yang dikemudikan terseret belasan meter. Kernet truk Suryanto (54) dan petugas penjaga lintasan Rahman AG (25) mengalami luka luka, dirawat di 2 rumah sakit berbeda. 

Salah seorang yang telah diklarifikasi penyelidik Satlantas Polres Kebumen Miftahudin mengungkapkan, sebelum terdengar benturan keras, terdengar klakson KA Gajayana tidak seperti biasanya. Di belakang truk naas, tidak ada antrean kendaraan. " Waktu itu hujan, tidak ada kendaraan di belakang truk, " kata Miftahudin yang membuka usaha potong rambut sekitar 50 meter dari titik pertama benturan KA Gajayana dan truk tronton. (*)