JogjaROCKarta Festival di Stadion Kridosono Jadi Edisi Terakhir

Keputusan untuk mengakhiri JRF adalah sebuah "keputusan berat" dan tidak bisa melawan waktu. 

JogjaROCKarta Festival di Stadion Kridosono Jadi Edisi Terakhir
JogjaROCkarta di Stadion Kridosono Yogyakarta tahun 2020. (dok. koranbernas)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Konser musik rock berskala internasional, JogjaROCKarta Festival (JRF), kembali digelar tahun ini di Stadion Kridosono, Jogja pada 6-7 Desember 2025. Namun, gelaran ke-8 ini akan menjadi edisi terakhir JRF, menandai sebuah perpisahan emosional bagi para penggemar dan penyelenggara.

Dengan tema The Majesty of Rock, Crowned in Jogja, festival ini tidak hanya menegaskan posisi Jogja sebagai mahkota musik rock Indonesia, tetapi juga menjadi ajang perayaan sekaligus pamitan.

Founder Rajawali Indonesia Anas Alimi selaku penyelenggara JRF,mengungkapkan keputusan untuk mengakhiri JRF adalah sebuah "keputusan berat" dan "tidak bisa melawan waktu".

Meskipun demikian, dia menegaskan ini bukanlah pamitan yang melankolis, melainkan sebuah perayaan. "Cara kami merayakan perpisahan itu dengan bikin konser, bikin festival," ujarnya saat konferensi pers, Jumat (5/12/2025), di Legend Coffee.

Destinasi kedua

Anas memiliki mimpi besar menjadikan Jogja sebagai destinasi kedua setelah Jakarta untuk event-event rock internasional. Meskipun beberapa mimpinya seperti membawa Iron Maiden, Motley Crue dan Slayer belum terwujud, dia merasa perjalanan JRF sudah cukup.

Tovic Raharja selaku CEO Rajawali Indonesia menambahkan tahun ini memang merupakan tahun terakhir JRF digelar. Untuk mengabadikan momen bersejarah ini, pihaknya menggandeng Dwiky KA, seorang ilustrator dan visual artist asal Surabaya, sebagai seniman di balik identitas visual edisi pamungkas JRF.

Tujuan kolaborasi ini agar setiap elemen visual JRF 2025, mulai dari poster, merchandise, hingga instalasi panggung, menjadi bagian dari perayaan monumental yang tak hanya merayakan musik rock, tetapi juga menutup bab sejarah Kridosono dengan cara paling berkesan.

JRF edisi terakhir ini menampilkan line-up lintas generasi dan benua, termasuk Loudness (heavy metal, Jepang), Anthrax (thrash metal, AS), Ugly Kid Joe (alternative metal, AS) dan The HU (folk metal, Mongolia). Selain itu, band-band rock legendaris Indonesia era 80-an dan 90-an seperti Jamrud (Cimahi), Banhasir Kaisar (Solo), Andromedha (Surabaya) dan Rolland Band (Jogja) juga turut memeriahkan panggung.

Helloween batal

JRF juga mengadakan program Band Submission yang menampilkan dua grup terpilih dari kompetisi nasional, yakni ZEALOUS (Manado) dan BIAS (Jogja), serta Visual Competition.

Sayangnya, salah satu pengisi JRF 2025, Helloween, dipastikan urung tampil. Hal ini menyusul pernyataan resmi dari manajemen grup band tersebut mengenai kondisi kesehatan vokalis mereka, Michael Kiske, yang mengalami acute pharyngo laryngo tracheitis disertai asthmatic dyspnea dan bronchitis, sehingga dokter mewajibkannya menjalani istirahat total.

Meskipun JRF berakhir, Anas Alimi memastikan Rajawali Indonesia tetap berkomitmen menggelar konser-konser musik rock dunia di Indonesia. Agenda konser tunggal rock lainnya di tahun depan, seperti Dream Theater pada 7 Februari, Brian Adam pada 3 Februari, dan Deep Purple pada 18 April. Bahkan, ada rencana untuk membuat "Jogjarockarta Cafe" sebagai tempat tongkrongan dengan konsep amfiteater untuk musik rock. (*)