Amartha.org Tanam 5.000 Mangrove di Pantai Baros Bantul

Selama lebih dari 15 tahun, Amartha berkomitmen pada pertumbuhan ekonomi yang mendorong kelestarian lingkungan.

Amartha.org Tanam 5.000 Mangrove di Pantai Baros Bantul
Chief Funding Amartha Julie Fauzie dan Chairman amartha.org Aria Widyanto dalam kegiatan penanaman 5.000 bibit mangrove di Pantai Baros Bantul, Sabtu (6/12/2025). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Perubahan dan situasi iklim yang tidak stabil berdampak pada naiknya permukaan laut sehingga berisiko mengancam ekosistem pantai. Inilah yang membangkitkan kepedulian Amartha.org, organisasi nirlaba yang didirikan oleh Amartha Financial Group untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di desa melalui program berbasis pendidikan, sosial dan lingkungan.

Perusahaan itu itu merangkul aktivis lingkungan sertai Gen Z melakukan penanaman 5.000 pohon bakau (mangrove) di Pantai Baros, Tirtohargo Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul, Sabtu (6/12/2025).

Melalui program Grow for Good, anak-anak muda dari berbagai daerah termasuk DIY dan Jawa Tengah, penuh antusiasme menanam mangrove. Bakau sangat efisien menyelamatkan dampak abrasi di kawasan tersebut sekaligus menjaga kelestarian lingkungan masa depan.

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki beberapa kawasan hutan bakau (mangrove), di antaranya terletak di sepanjang muara Sungai Opak dan muara Sungai Bogowonto. Dusun Baros, salah satu kawasan hutan bakau di sepanjang Sungai Opak, dipilih sebagai lokasi penanaman tidak lepas dari ditetapkannya kawasan itu sebagai konservasi bakau dengan luas 132 hektar. Namun demikian hingga saat ini luas hutan bakau di dusun tersebut baru mencapai 3,29 hektar.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih secara simbolis menerima bibit mangrove. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Kondisi inilah yang memperoleh perhatian berbagai pihak mengingat meningkatnya pengikisan (abrasi) garis pantai hingga ratusan meter berpotensi mengancam area permukiman serta aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Melihat situasi tersebut, Amartha menilai pengembangan ekosistem bakau Baros sebagai langkah penting memperkuat ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Merujuk pada temuan Climate Resilience Research 2025 oleh Amartha menunjukkan lebih dari 77 persen UMKM merasakan pendapatannya terpengaruh cuaca yang semakin tidak stabil. Pelaku usaha di daerah pesisir, terutama perempuan pengusaha mikro, menjadi kelompok paling rentan karena kegiatan usaha sangat dipengaruhi kondisi alam.

Chairman amartha.org, Aria Widyanto, menyampaikan selama lebih dari 15 tahun, Amartha berkomitmen pada pertumbuhan ekonomi yang mendorong kelestarian lingkungan.

Sesi foto bersama usai penyerahan secara simbolis 5.000 bibit mangrove yang ditanam di Pantai Baros Bantul. (sholihul hadi/koranbernas.id)

“Kami menerapkan praktik bisnis berkelanjutan, termasuk membantu masyarakat pesisir meningkatkan resiliensi mereka terhadap risiko perubahan iklim. Salah satu intervensi yang kami lakukan adalah inisiatif menanam 5.000 pohon bakau, dengan melibatkan komunitas dan masyarakat setempat seperti IKAMaT dan Kelompok Pemuda-Pemudi Baros,” ungkapnya.

Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih yang memberikan dukungan terhadap aksi peduli dampak perubahan iklim dengan datang langsung di Lokasi mengatakan kegiatan penanaman mangrove di Pantai Baros merupakan langkah strategis menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. “Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk Amartha, yang telah berkontribusi dalam upaya pelestarian pesisir,” katanya.

Sebagai wilayah dengan garis pantai yang rentan abrasi dan intrusi, lanjut dia, Bantul memerlukan intervensi nyata seperti penanaman mangrove untuk memperkuat ketahanan pesisir sekaligus membuka potensi ekonomi bagi masyarakat, mulai dari habitat ikan dan kepiting hingga kemampuan menyerap karbon. Inisiatif ini tidak hanya menyelamatkan lingkungan hari ini, tetapi juga memastikan masa depan yang lebih layak bagi generasi mendatang.

Bupati merasa bangga melihat keterlibatan anak-anak muda, terutama Gen Z, yang turun langsung menanam bibit mangrove. “Saya sangat bersyukur, banyak sekali generasi muda yang memiliki pemahaman baik dan kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan,” katanya.

Persiapan penanaman mangrove di Pantai Baros Bantul. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Pada kesempatan yang sama, mitra kolaborasi penanaman pohon, Ganis Riyan Effendi selaku Direktur Utama Yayasan Inspirasi Keluarga KeSEMaT (IKAMaT) mengungkapkan, perubahan pesisir di Baros sudah terasa dari tahun ke tahun.

Disebutkan, garis pantai kian mendekati permukiman dan menekan aktivitas masyarakat. “Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti dengan Amartha, menjadi langkah penting untuk membantu kami memperkuat upaya pemulihan bakau sekaligus membuka ruang bagi warga, khususnya perempuan dan keluarga nelayan,” ujarnya.

Dengan begitu, mereka memperoleh manfaat ekonomi dari lingkungan yang pulih. “Bagi kami, menjaga bakau bukan hanya soal menahan abrasi, tetapi memastikan ada peluang usaha yang bisa kembali tumbuh dari ekosistem yang sehat,” tambahnya.

Pendekatan keberlanjutan Amartha.org berangkat dari keyakinan bahwa pelibatan masyarakat sejak awal adalah kunci keberhasilan setiap intervensi lingkungan.

Dialog program Grow fo Good yang digelar amartha.org. (sholihul hadi/koranbernas.id) 

Karena itu, setiap program dirancang secara partisipatif, dimulai dari mendengarkan kebutuhan warga, memahami konteks lokal, hingga memastikan solusi yang dibangun relevan bagi kehidupan dan usaha mereka. Dengan cara ini, pemulihan ekosistem tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memperkuat kapasitas dan ketahanan komunitas.

“Amartha.org meyakini pendekatan partisipatif dapat menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat. Hingga kini, Amartha telah menanam 12.830 pohon produktif dan bakau di berbagai wilayah di Indonesia. Kami akan terus melanjutkan upaya penanaman ini untuk memperkuat ketahanan ekosistem di masa mendatang,” kata Aria.

Amartha.org adalah organisasi nirlaba yang didirikan oleh Amartha Financial Group untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di desa melalui program berbasis pendidikan, sosial, dan lingkungan.

Melalui program Beasiswa Amartha Cendekia, yayasan ini mendukung akses pendidikan bagi anak perempuan di wilayah 3T, sekaligus membekali mereka untuk menjadi agen perubahan di komunitasnya. Selain pendidikan, Amartha.org juga menjalankan inisiatif penanaman mangrove dan penyediaan energi bersih di desa terpencil, dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan akar rumput. (*)