Difabel Dibekali Ilmu Beternak Bebek 

Peresmian organisasi itu bertepatan dengan Hari Difabel Internasional, dihadiri anggota DPRD DIY, Suwardi.

Difabel Dibekali Ilmu Beternak Bebek 
Pembentukan Difa Pundong (Difadong) "Manunggal" di Dusun Jelapan Seloharjo Pundong. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Sebuah paguyuban untuk mewadahi para difabel di Kabupaten Bantul dibentuk dengan diinisiasi seorang pegiat sosial asal Murtigading Sanden yakni Agus Santosa.

Paguyuban diberi nama Difa Projotamansari itu pada 2023 terbentuk di tingkat kapanewon. Untuk Kapanewon Pundong diresmikan paguyuban Difa Pundong (Difadong) "Manunggal" yang berlokasi di Jelapan Kalurahan Seloharjo Kapanewon Pundong Bantul.

Peresmian organisasi itu yang bertepatan dengan Hari Difabel Internasional, Rabu (3/12/2025), dihadiri anggota DPRD DIY, Drs H Suwardi, perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, BPP Pundong, Pemerintah Kalurahan Seloharjo dan puluhan warga difabel Pundong.

Selain pemasangan papan nama, peresmian diisi kegiatan sarasehan untuk membekali para difabel tentang cara beternak bebek. Sedangkan narasumber Joko Widodo asal Sidomulyo Bambanglipuro, seorang difabel yang sukses sebagai peternak.

Sarasehan cara beternak bebek bagi para difabel. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

"Paguyuban ini terbentuk sejak tahun 2023 kemudian berbadan hukum pada tahun 2025. Saat ini sudah terbentuk paguyuban di 12 kapanewon," kata Agus Santosa.

Adapun tujuannya untuk memberi wadah para difabel bertemu kemudian berbagi pengalaman serta menambah wawasan mereka dengan pelatihan-pelatihan. Dan pada akhirnya bermuara pada kemandirian para difabel di kehidupan sehari-hari.

"Tentunya kami akan terus berupaya agar paguyuban difabel ke depan bisa mengakses berbagai program ataupun bantuan modal untuk usaha anggota. Kami akan berkomunikasi dengan banyak pihak termasuk dengan wakil rakyat yang ada di DPRD Bantul," ujar Agus Santosa selaku pengarah.

Mereka yang terhimpun ada yang tuna daksa (fisik), tuna grahita (mental) serta tuna rungu dan wicara.

Harus semangat

Dirinya menginisiasi pembentukan paguyuban ini setelah melihat bahwa jumlah difabel di Kabupaten Bantul jumlahnya banyak pada angka 6 ribuan orang. Tentu mereka membutuhkan wadah atau saluran komunikasi.

"Teman-teman tetap harus semangat, saya juga difabel. Alhamdulillah dari beternak saya bisa mencukupi keluarga dan menyekolahkan anak," ungkapnya. (*)