Jamu Tradisional Asal Dusun Jogonalan Lor Ada Sejak Ratusan Tahun Kini Dijual Online

Para perajin jamu tradisional mewarisi resep sejak zaman nenek moyang.

Jamu Tradisional Asal Dusun Jogonalan Lor Ada Sejak Ratusan Tahun Kini Dijual Online
Mahasiswa KKN Mandiri 2025 kelompok 136 angkatan 47 UMBY pamitan dan menyerahkan cinderamata kepada Dukuh Jogonalan Lor, Sabtu (16/8/2025). (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Usaha jamu tradisional asal Dusun Jogonalan Lor Kalurahan Tirtonirmolo Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul sudah ada sejak ratusan tahun silam. Usaha jamu tersebut diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi.

Dukuh Jogonalan Lor, Rika Verawati, mengatakan perajin jamu tradisional mewarisi resep sejak zaman nenek moyang. "Memang Jogonalan Lor terkenal sebagai perajin jamu tradisional atau jamu peras yang kemudian dijajakan secara berkeliling baik digendong ataupun menggunakan sepeda onthel,” ungkapnya di sela acara pamitan mahasiswa KKN Mandiri 2025 kelompok 136 angkatan 47 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Sabtu (16/8/2025).

“Awalnya, jamu ini dari nenek saya kemudian turun ke ibu saya dan kemudian menyebar ke warga yang lain. Diawali dari RT 5 dan sekarang sudah merambah ke RT- RT di Jogonalan Lor," lanjutnya.

Tampak hadir Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Widarta MM CDMP, ketua kelompok mahasiswa KKN, Isodorus Mada Wegig Santoso dan para perajin jamu.

Para mahasiswa, DPL dan perajin jamu tradisional foto bersama. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Menurut Dukuh Vera, para perajin jamu memang masih memiliki keterbatasan di bidang pemasaran. Selama ini pemasaran masih terbatas secara tradisional dengan dijajakan berkeliling.

Keberadaan mahasiswa KKN dari UMBY sangat bermanfaat. Sebab para mahasiswa KKN memberikan pelatihan tentang pemasaran digital atau online serta berbagai hal untuk menunjang pemasaran jamu Jogonalan Lor agar semakin luas jangkauanya.

"Benar bahwa program yang kami laksanakan di antaranya mengajari para perajin jamu atau UMKM jamu tradisional di Jogonalan Lor untuk melakukan pemasaran secara digital atau online. Saat ini adalah era digital maka harus dimanfaatkan dengan baik salah satunya untuk menunjang pemasaran usaha mereka," kata Wegig.

Di antaranya, mereka belajar membuat akun di marketplace, packaging yang menarik, pengambilan angle foto yang bagus, cara membuat konten dan hal-hal lain yang memang diperlukan dalam pemasaran digital.

Tambah pendapatan

"Kami bersyukur ternyata mendapatkan informasi dari perajin jamu bahwa dengan pemasaran digital yang telah dilakukan mampu meningkatkan omzet mereka dan tentu saja menambah pendapatan," katanya.

Widarta menyambut baik dan mengapresiasi para mahasiswa KKN yang berjumlah 11 orang dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Psikologi tersebut.

"Program yang mereka buat ini mengena dan bermanfaat. Mereka adalah para mahasiswa kelas pekerja sehingga KKN yang dilaksanakan hanya setiap hari Sabtu," kata Widarta. Adapun pelaksanaan 26 Juli hingga 16 Agustus 2025.

Dia berharap program dan ilmu yang diberikan oleh para mahasiswa UMBY bisa memberikan manfaat. “Saya berharap akan mampu meningkatkan omzet, kesejahteraan dan meningkatkan ekonomi bagi para pelaku UMKM khususnya usaha jamu tradisional di Dusun Jogonalan Lor," jelasnya. (*)