Jalan Wunut-Sompok Putus, Bantul Darurat Bencana

Kami rapat dengan berbagai pihak dan menyatakan kondisi darurat bencana.

Jalan Wunut-Sompok Putus, Bantul Darurat Bencana
Jalan penghubung Sompok-Wunut Imogiri ambrol dan putus. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Bantul, Jumat (21/11/2025) siang hingga malam, menyebabkan tanah longsor di beberapa titik utamanya wilayah Kapanewon Imogiri. Jalan penghubung antara Padukuhan Sompok ke Padukuhan Wunut Kalurahan Sriharjo atau di wilayah wisata Srikeminut kondisinya putus.

Dalam jumpa pers, Sabtu (22/11/2025), Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan telah ditetapkan status darurat bencana untuk Kabupaten Bantul sejak 21 November hingga 5 Desember mendatang atau selama 14 hari. Hal ini tertuang dalam SK Bupati nomor 729 tahun 2025.

"Setelah ada bencana, maka tadi malam kami rapat dengan berbagai pihak dan menyatakan kondisi darurat bencana dan akan melakukan langkah-langkah penanganan," kata bupati.

Tampak mendampingi Sekda Agus Budi Raharjo M Kes, Dandim 0729/Bantul Letkol (Kav) Fikri Nurheldi SE M Han dan Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin MIP.

Dua posko

Di antaranya, lanjut bupati, didirikan dua posko yakni di Sompok dan di Kedungjati Kalurahan Selopamioro. "Hal yang kita utamakan adalah penyelamatan nyawa manusia," kata bupati.

Setidaknya untuk jalan yang putus ada 150 jiwa terdampak di Sompok dan 300 jiwa di Wunut. Mereka terisolasi dan untuk keperluan pengiriman bantuan logistik  melalui posko.

"Atau ketika jalan ini tidak bisa digunakan, maka memutar ataupun melalui area persawahan buat menjangkau wilayah terisolir tadi," katanya.

Setelah itu, langkah selanjutnya adalah mulai dipikirkan untuk rekonstruksi. Jalan yang putus bukan pertama terjadi sehingga perlu kajian mendalam perbaikan ke depan agar tidak terulang hal yang sama di kemudian hari.

Keselamatan warga

Menurut dia, sudah ada studi dari beberapa perguruan tinggi memang ditemukan karakter khas di titik bencana tersebut. "Namun soal rekonstruksi belum kita pikirkan sekarang. Yang kita utamakan saat ini adalah keselamatan warga," tandasnya.

Dandim menambahkan anggota TNI siap setiap saat untuk diterjunkan membantu masyarakat. Saat ini pun bersama pihak-pihak terkait sudah melakukan penanganan di lokasi.

"Kita juga menyiapkan personel setiap hari standby di Makodim," katanya. (*)