ITB dan UNS Gelar Simposium di Karangsambung

Kebumen memiliki kekayaan geologi yang bernilai tinggi.

ITB dan UNS Gelar Simposium di Karangsambung
Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama peserta Summer School dan Simposium di Karangsambung. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Summer School dan Simposium di kampus lapangan Karangsambung Kebumen, belum lama ini. Peserta selain dari Indonesia juga delegasi dari Austria, Jepang, Malaysia serta perguruan tinggi di Indonesia.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat pembukaan acara mengatakan, forum simposium ini mempertemukan gagasan dan pengalaman dari berbagai pihak.

Kedatangan peserta summer school menjadi kehormatan bagi Kebumen. Sekaligus memperkuat upaya menempatkan ilmu pengetahuan sebagai dasar dalam Pembangunan.

Menurut dia, Kebumen memiliki kekayaan geologi yang bernilai tinggi. Kawasan Karangsambung, pantai karst di Ayah dan bentang alam lainnya kini menjadi bagian dari Kebumen UNESCO Global Geopark.

Kebutuhan nyata

"Bagi kami, ini adalah amanah yang harus dijaga, dikelola dengan arah yang jelas dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat," kata bupati.

Selain itu, simposium UGGeopark Kebumen juga sebagai ruang belajar bersama sekaligus untuk menguji gagasan, menghubungkan ilmu dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Pendekatan yang diambil harus utuh, mengaitkan aspek geologi, hayati dan budaya sekaligus memperhatikan dimensi ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

"Arah kami sederhana dan tegas. Setiap kebijakan dan program harus memberi dampak. Masyarakat merasakan manfaatnya,” kata bupati.

Hasil kajian

Selain kesempatan berkembang semakin terbuka, lingkungan pun tetap terjaga. Dalam proses itu, inovasi digital berperan sebagai pendukung, memperkuat data dan analisis, membuka akses informasi, serta memperluas jangkauan pemanfaatan hasil kajian.

"Kami mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dalam penyelenggaraan simposium ini," tambahnya. Hal ini wujud sinergi antara perguruan tinggi, peneliti, komunitas dan para mitra.

Kepada peserta, Lilis berharap memanfaatkan forum ini untuk memperdalam pemahaman dan mempertajam analisis. “Berinteraksi dengan masyarakat agar setiap pemikiran yang lahir memiliki pijakan yang kuat,” ungkapnya.

Dia juga berharap simposium ini menghasilkan rekomendasi yang jelas. Gagasan dapat dijalankan serta memberikan kontribusi nyata bagi pengelolaan geopark dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (*)