HUT ke-17 Bank Sampah Apel Condongcatur, Danang Sebut Sampah Tanggung Jawab Bersama

Bukan besar kecilnya yang didapat, tapi ketekunan ibu-ibu mengolah sampah.

HUT ke-17 Bank Sampah Apel Condongcatur, Danang Sebut Sampah Tanggung Jawab Bersama
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa meninjau kegiatan bank sampah Apel di Perumnas Condongcatur, Depok, Jumat (3/10/2025). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Permasalahan sampah di Kabupaten Sleman sudah semestinya menjadi tanggung jawab bersama. Bukan hanya pemerintah, masyarakat juga harus mempunyai kesadaran dan keterampilan mengelola sampah yang ada di lingkungannya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat menghadiri HUT ke-15 bank sampah Apel (Ayo Peduli Lingkungan) di Perumnas Condongcatur, Depok, Jumat (3/10/2025).

Danang mengapresiasi bank sampah Apel yang telah konsisten mengelola sampah sejak 2010 lalu. Menurutnya hal tersebut sangat membantu program pemerintah dalam rangka menanggulangi permasalahan sampah.

“Yang menjadi perhatian dan pembelajaran bersama adalah kepedulian ibu-ibu ini dalam berpikir masalah sampah secara konsisten. Walaupun volumenya ini tidak besar, tapi sudah punya andil dalam mengurangi sampah,” jelas Danang.

Manfaat ekonomi

Dia menyebutkan permasalahan sampah jika dikelola dengan baik, melalui bank sampah misalnya, dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. “Tapi bukan masalah besar kecilnya yang didapat, tapi ketekunan ibu-ibu dalam mengolah sampah yang patut kita apresiasi bersama,” kata Danang.

Ketua bank sampah Apel, Herliyanti, mengatakan kegiatan HUT diadakan untuk menyemangati dan memotivasi para relawan bank sampah Apel agar tetap konsisten dalam menjalankan kegiatannya mengelola sampah.

“Kami ada beberapa kegiatan di sini. Di antaranya kami memberikan pelatihan kepada warga sekitar dan ibu PKK terkait pengelolaan sampah organik. Ini dimaksud agar permasalahan sampah organik dapat diselesaikan di rumah masing-masing,” ucapnya.

Bank sampah Apel juga mengolah sampah baik anorganik ataupun organik menjadi berbagai macam produk. Sampah tersebut disulap menjadi barang yang bisa digunakan kembali, seperti kursi, bunga hias, kompos, biopori, losida dan eco enzym. (*)