BEM Pesantren Ajak Masyarakat Berdoa untuk Santri Ponpes Al Khoziny

Bukan saatnya saling menyalahkan namun fokus terhadap evakuasi.

BEM Pesantren Ajak Masyarakat Berdoa untuk Santri Ponpes Al Khoziny
Koordinator Pusat BEM Pesantren Seluruh Indonesia, Ahmad Tomi Wijaya. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren Seluruh Indonesia turut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo yang terjadi Senin 29 September 2025. Peristiwa tragis tersebut mengundang perhatian banyak kalangan tak terkecuali para mahasiswa santri tergabung dalam BEM Pesantren Seluruh Indonesia.

Ucapan bela sungkawa tersebut disampaikan Koordinator Pusat BEM Pesantren Seluruh Indonesia, Ahmad Tomi Wijaya, sebagaimana siaran pers yang diterima koranbernas.id, Jumat (3/10/2025).

"Kami menyampaikan bela sungkawa yang begitu tulus kepada keluarga besar Pondok Pesantren Al-Khoziny dan terkhusus keluarga korban dari musibah tersebut. Kejadian tersebut tidak pernah ada yang menginginkannya," ujar Tomi yang menimba ilmu di Ponpes An Nur Ngrukem Sewon Bantul tersebut.

Tomi menambahkan atas kejadian tersebut, dia mengajak masyarakat mempercayakan proses evakuasi ini pada tim yang bertugas di lapangan, serta mendoakan yang terbaik untuk proses evakuasi tersebut.

Yang terbaik

"Kami mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mendoakan yang terbaik terkhusus teman-teman BEM Pesantren Seluruh Indonesia untuk melakukan salat gaib dan tahlil bersama," katanya.

Pernyataan senada disampaikan oleh Koordinator Kajian Isu BEM Pesantren Seluruh Indonesia, Muhammad Ayub Abdullah.

"Kami turut berbela sungkawa atas kejadian tersebut. Dan kami menyerukan agar setiap lapisan masyarakat tidak termakan dengan isu-isu yang menjelekkan nama pesantren, tetapi fokus pada permasalahan yang sedang terjadi, yakni bagaimana kita bersama-sama sengkuyung menyelesaikan evakuasi yang sedang diupayakan," ujar Ayub.

Dia menambahkan saat ini perlu adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar proses evakuasi berjalan cepat dan tepat. "Bukan saatnya saling menyalahkan namun fokus terhadap evakuasi dan berdoa agar semuanya dapat berjalan sesuai harapan," katanya. (*)