Rabu, 21 Okt 2020,


glamping-asyik-sambil-menyantap-barbekyu-di-balik-rimbun-rumpun-bambuGlamping Asram Edupark (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim

Glamping Asyik Sambil Menyantap Barbekyu di Balik Rimbun Rumpun Bambu


SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Trend desa wisata sedang ramai diminati wisatawan. Pengelola pun berlomba-lomba membuat wahananya semenarik mungkin bagi kawula muda, para backpacker dan keluarga yang ingin berlibur. Tidak hanya ingin terlihat sebagai sebuah spot yang instagramable dan nyaman untuk nongkrong, beberapa desa wisata juga menawarkan konsep alami dan edukasi.

Melengkapi ragam desa wisata yang ada di Yogyakarta, Asram Edupark yang berlokasi di Jomblang, Sendangadi, Mlati, Sleman bisa menjadi sebuah pilihan detinasi liburan bagi siapapun. Didesain sebagai tempat wisata edukasi dengan luas 11 hektar yang nantinya menjadi salah satu tujuan wisata dengan mengusung konsep alam.


Baca Lainnya :

Pengenalan dan mengalami langsung proses pewarnaan batik dengan pewarna alam menjadi salah satu edukasi yang ditawarkan oleh Asram Edupark. Tidak hanya menyediakan tempat tongkrongan outdoor yang cozy, Asram Edupark Juga menyediakan tempat indoor seperti rumah joglo (rumah adat Jawa).

Tempat wisata yang bisa ditempuh 20 menit dari pusat kota Yogyakarta ini sangat cocok dikunjungi oleh semua kalangan karena memiliki tempat yang sejuk dan nyaman. Asram Edupark memiliki lini wisata seperti Albasia Resto & Coffee, Glamping (Glamour Camping), Outbond dan BBQ Cooking Experience dimana pengunjung akan disuguhkan atraksi memasak steak secara langsung di alam terbuka.


Baca Lainnya :

    “Dengan menggandeng warga dari tiga dusun dan dua desa, lokasi ini sebenarnya sudah mulai kami siapkan sejak dua tahun lalu,” ujar pengelola Asram Edupark Sultoni Akbar, Kamis (15/10/2020) petang.

    Sultoni melanjutkan ada tiga dusun yang lahan kas desanya digunakan untuk kolaborasi membangun destinasi glamping itu, yakni dusun Jomblang, Kebon Agung dan Beran. Ketiganya berada di dua desa, yakni Sendang Adi dan Tridadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.

    “Dari 52 sumber daya yang terlibat bersama menjalankan destinasi itu, 70 persen lebihnya merupakan warga dari tiga dusun itu. Kebanyakan pemuda-pemudi,” lanjutnya.

    Sultoni mengatakan yang membedakan Asram Edupark ini dengan destinasi wisata berbasis alam desa lain di Sleman, adalah konsep wisata yang diusung. Asram Edupark menawarkan Glamping (Glamour Camping-red) dengan harga 300 ribuan perorang yang bukan sekadar camping biasa, tetapi juga menyelipkan unsur edukasi yang menghibur. Salah satu andalannya adalah BBQ Cooking Experience atau pengalaman memasak barbekyu.

    Untuk BBQ Cooking Experience itu, destinasi ini bisa dibilang menjadi pionirnya. Pengunjung akan merasakan suasana BBQ di alam bebas di pinggir sungai dengan rimbun bambu dan kayu sengon serta melihat langsung dan terlibat bagaimana proses pemanggangan steak hingga disajikan ke pengunjung.

    Selain itu Asram Edupark dilengkapi pula dengan Albasta Resto and Coffee mulai beroperasi sejak Agustus 2020, menu yang disajikan adalah menu nusantara.

    Outbond di Asram Edupark pun tidak kalah menarik karena terdapat banyak wahana yang bisa dicoba oleh pengunjung dan didampingi dengan tenaga profesional. Pengunjung glamping juga bisa menyusuri sungai, hingga menanam padi. (*)

     

     



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini