Gendhing Setu Legi Wujud Komitmen Purworejo Melestarikan Budaya Daerah
Pelan tapi pasti maraknya budaya luar terus menggerus eksistensi budaya lokal.
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Gendhing Setu Legi yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Dinkominfostasandi) Kabupaten Purworejo kembali menghibur masyarakat. Penampilan seni dan budaya daerah ini digelar lebih istimewa karena ikut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Purworejo Jumat (23/1/2026) malam, menjadi wujud komitmen bersama melestarikan budaya lokal di tengah derasnya pengaruh budaya luar yang berpotensi menggerus budaya lokal.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan saat ini pelan tapi pasti maraknya budaya luar terus menggerus eksistensi budaya lokal maupun daerah. Diperlukan upaya serius dan komitmen yang kuat dari kita semua agar budaya kita tetap eksis di masyarakat.
"Di tengah tantangan tersebut, Gendhing Setu Legi ini menjadi sebuah langkah nyata dan upaya kita bersama untuk melestarikan budaya agar terus eksis, sekaligus menjadi ruang kreasi seni budaya bagi seniman di Kabupaten Purworejo yang kita cintai ini," ujar bupati melalui siaran pers.
Menjaga eksistensi
Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, khususnya para seniman yang terus konsisten menjaga eksistensi seni budaya daerah.
"Semoga semangat berkesenian saudara sekalian dapat semakin kuat dan dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat," ucapnya.
Bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo, bupati mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikannya sebagai momentum refleksi atas capaian daerah yang selama ini telah diupayakan bersama.
"Melalui semangat guyub rukun, momen Hari Jadi juga harus bisa menjadi penyemangat bagi kita semua untuk semakin mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat Purworejo dalam upaya mewujudkan kemakmuran dan kemajuan bagi Kabupaten Purworejo yang kita cintai ini," katanya. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
