Gelar Lomba Sesorah, PKBM "Mandiri" Melestarikan Budaya Jawa

Ada edukasi bahasa, edukasi budaya dan sopan santun kepada sesama.

Gelar Lomba Sesorah, PKBM "Mandiri" Melestarikan Budaya Jawa
Lomba sesorah dan geguritan di PKBM “Mandiri” Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Dalam rangka Dies Natalis ke-26, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “Mandiri” di Dusun Karen Km 21 Kalurahan Tirtomulyo Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul menggelar lomba mewarnai, sesorah atau pidato Bahasa Jawa serta geguritan atau puisi berbahasa Jawa, Sabtu (18/10/2025).

Ketua panitia, Sumadi, mengatakan lomba kali ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kecintaan dan melestarikan budaya tradisional Jawa kepada  generasi muda termasuk anak-anak. Sehingga, budaya Jawa tetap eksis dan tidak hilang ditelan zaman.

Selain itu, juga menambah ilmu terkait bagaimana menggunakan bahasa Jawa yang benar. Bagaimana menumbuhkan kreativitas kepada anak dengan mendalami budaya Jawa, bukan hanya budaya modern.

“Jadi di dalam lomba ini ada edukasi bahasa, edukasi budaya dan juga sopan santun kepada sesama yang nantinya akan bermanfaat bagi kehidupan mereka di kemudian hari,” katanya.

Syuting acara Saba Desa untuk siaran TV di PKBM “Mandiri” Kretek Bantul. (sariyati wjaya/koranbernas.id)

Sementara Yuli Sutanta AMd selaku Kepala Pengelola PKBM “Mandiri” mengatakan dalam rangka sosialisasi pendidikan nonformal pihaknya mengikuti syuting program Saba Desa bersama seniman Angger Sukisno untuk siaran di sebuah televisi lokal.

“Bahwa menempuh pendidikan di PKBM Mandiri ini tidak terbatas umur. Jadi silakan yang terkendala pendidikan formal, bisa bersekolah di tempat kami. Soal biaya sangat terjangkau,” katanya. (*)