Gelar FGD, Ini Rencana Strategis RSUD Sleman 2025-2030

Melalui perencanaan yang matang, kolaboratif dan terukur, RSUD Sleman siap menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat Sleman dan sekitarnya.

Gelar FGD, Ini Rencana Strategis RSUD Sleman 2025-2030
Direktur Keuangan dan Administrasi RSUD Sleman Eka Priasta Putra SE M Si menyampaikan materi FGD tentang Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025-2030, Selasa (15/7/2025). (Istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- RSUD Sleman melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025-2030 di ruang Pronojiwo lantai 5 RSUD Sleman, Selasa (15/7/2025).

FGD ini sebagai pedoman arah pembangunan rumah sakit lima tahun ke depan. Penyusunan renstra merupakan bentuk komitmen institusi itu mendukung visi pembangunan Kabupaten Sleman yaitu Mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, lestari dan berkeadaban.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Sleman, dr Esti Kurniasih, di sela-sela pembukaan FGD menjelaskan di dalam Renstra 2025-2030, RSUD Sleman mengusung visi Menjadi rumah sakit yang maju, berdaya saing dan berkeadaban.

Visi ini dijabarkan melalui lima misi utama antara lain peningkatan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan pasien, pengembangan SDM profesional, modernisasi sarana dan prasarana serta tata kelola yang produktif dan efisien.

Keselamatan pasien

Direktur RSUD Sleman yang diwakili dr Esti  menyampaikan renstra akan menjadi pedoman peningkatan kualitas layanan dan keselamatan pasien. Dia berharap seluruh peserta dapat berpartisipasi aktif memberikan kontribusi yang berharga.

"FGD Renstra ini turut menghadirkan dan melibatkan perwakilan internal RSUD Sleman dan berbagai elemen masyarakat dan lintas sektor, sebagai wujud transparansi dan sinergi pembangunan kesehatan daerah," kata dokter Esti.

Menurut dia, keterlibatan lintas sektor mencerminkan komitmen RSUD Sleman menjadikan Renstra sebagai dokumen strategis yang inklusif dan partisipatif, sekaligus memperkuat jejaring kemitraan di tingkat lokal.

Dijelaskan, pengembangan pelayanan RSUD Sleman dirancang secara bertahap dari tahun 2025 hingga 2030, meliputi (tahun 2025) Stroke Center, Klinik Gagal Jantung, Layanan Endokrinologi Reproduksi, Layanan Fertilitas, Layanan KIA, Layanan Psikologi Rehabilitasi Medik, Penambahan Kuota Hemodialisa dan pemenuhan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Pindah gedung

Kemudian, tahun 2026 berupa Layanan Jantung dan Pembuluh Darah kompetensi strata Madya (Cath Lab, ICVCU, HCU), Pengembangan IBS, Pengembangan Pelayanan Paru, Optimalisasi IGD (Pindah Gedung), Pengembangan Layanan Rawat Jalan Paru, Mata dan Gigi.

Tahun 2027 fokusnya pada layanan kanker dengan kompetensi strata madya, pengembangan klinik dan rawat inap eksekutif. Tahun 2028 pada Pengembangan Layanan Tumbuh Kembang Anak, Gastro Hepatoenterologi dan Geriatric. Pengembangan Layanan Paliatif (rawat inap) dan Pengembangan Layanan Diklat.

Sedangkan tahun  2029 berupa Layanan Kedokteran Okupasi, Layanan Gizi Klinik, dan Layanan Bedah Thorax Cardiovascular (BTKV) dan 2030 untuk Layanan Radioterapi–Lyneac yaitu layanan terapi kanker dengan sinar radiasi berenergi tinggi.

"RSUD Sleman juga akan membangun gedung baru yang terdiri dari lima lantai untuk mendukung pengambangan pelayanan," kata Esti.

Penguatan infrastruktur

RSUD Sleman juga merancang kebutuhan jangka panjang untuk alat kesehatan dan sumber daya manusia, yang disesuaikan dengan perkembangan pelayanan dan standar akreditasi rumah sakit strata madya hingga utama. Langkah ini diharapkan mampu mendorong transformasi pelayanan kesehatan yang lebih merata, berkualitas dan terintegrasi.

"FGD Renstra RSUD Sleman 2025-2030 mencerminkan tekad institusi menjawab tantangan layanan kesehatan masa kini dan mendatang. Melalui perencanaan yang matang, kolaboratif dan terukur, RSUD Sleman siap menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat Sleman dan sekitarnya," katanya.

Materi diskusi disampaikan oleh Wakil Direktur Keuangan dan Administrasi RSUD Sleman, Eka Priasta Putra SE M Si. Diskusi dipandu oleh Haryanto S KM M Kes selaku Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan. (*)