Gandeng Tiga PTS, UMBY Gelar Pengabdian di Denpasar
Siswa SMA dihadapkan pada berbagai situasi yang menuntut kemampuan mengelola emosi dan stres secara tepat.
KORANBERNAS.ID, DENPASAR -- Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkolaborasi dengan tiga perguruan tinggi swasta (PTS) yang tergabung dalam Inisiatif Masyarakat Jurnal Indonesia (IMAJI), yaitu Universitas Ngurah Rai Denpasar, Universitas Bina Nusantara (Binus) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Berdampak bersama SMA SLUA Saraswati 1 Denpasar.
Kegiatan PKM Berdampak ini merupakan hasil kolaborasi nasional lintas universitas yang tergabung dalam tim dosen pengabdi IMAJI, terdiri Dr Agung Sudjatmoko dari Universitas Bina Nusantara Jakarta, Prof Ade Maharini Adiandari dari Universitas Ngurah Rai Denpasar, Dr Fardini Sabilah dan Thomy Eko Saputro Ph D dari Universitas Muhammadiyah Malang serta Sowanya Ardi Prahara MA dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
Melalui siaran pers ke redaksi koranbernas.id, Selasa (21/10/2025), Kepala Humas UMBY, Widarta MM, menjelaskan kegiatan ini juga melibatkan tim dosen dari Universitas Ngurah Rai Denpasar dan telah dilaksanakan Jumat 10 Oktober 2025 dengan mengusung tema Strategi Holistik Menekan Stres Persiapan Ujian pada Generasi Z. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMA SLUA Saraswati 1 Denpasar, Ni Nyoman Janiartin M AP.
Mengelola stres
Sowanya Ardi Prahara mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan ini untuk membekali siswa SMA dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengenali, memahami, serta mengelola stres dan emosi secara sehat melalui pendekatan psikologis, mindfulness dan terapi relaksasi. Sehingga mereka mampu menghadapi tekanan akademik dan persiapan ujian dengan lebih tenang, fokus, dan percaya diri.
Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari, siswa SMA dihadapkan pada berbagai situasi yang menuntut kemampuan mengelola emosi dan stres secara tepat. Tekanan menjelang ujian, tuntutan akademik, serta harapan tinggi dari orang tua sering kali membuat mereka merasa cemas dan terbebani.
"Selain itu, konflik dengan teman sebaya atau perbandingan diri di media sosial dapat memicu perasaan tidak percaya diri dan mudah tersinggung. Tidak jarang pula, masalah pribadi seperti hubungan pertemanan atau kondisi keluarga turut mempengaruhi kestabilan emosi mereka," kata Sowanya.
Melalui pelatihan ini, para siswa diajak untuk mengenali sumber stres tersebut dan belajar mengelolanya dengan cara yang sehat, seperti berlatih mindfulness, menjaga keseimbangan waktu belajar dan istirahat, serta menyalurkan emosi secara positif agar lebih siap menghadapi tekanan akademik maupun sosial.
Tekanan akademik
Nyoman Janiartini menyatakan pentingnya pendampingan psikologis bagi siswa dalam menghadapi tekanan akademik dan ujian. Sementara itu, Ketua IMAJI, Dr Agung Sudjatmoko yang juga Dosen Binus Jakarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi generasi SMA saat ini semakin berat.
Kegiatan inti diisi dengan tiga sesi materi utama yang disampaikan oleh para narasumber lintas universitas. Sesi pertama dibuka oleh Sowanya Ardi Prahara sebagai Dosen Fakultas Psikologi UMBY sekaligus pengurus IMAJI dengan topik Memahami dan Mengelola Stres dalam Kehidupan Sehari-hari dengan Pendekatan Psikologis.
Dia menjelaskan apa itu stress dan pentingnya mengenali tanda-tanda stres serta menerapkan strategi praktis untuk menjaga keseimbangan emosi, terutama di tengah tekanan belajar dan persiapan ujian.
Tanda stres
“Tanda-tanda stres pada siswa dapat terlihat dari perubahan emosi seperti mudah marah, cemas atau merasa tidak bersemangat, serta gejala fisik seperti sakit kepala, sulit tidur, dan kelelahan. Kondisi ini dapat berdampak pada fokus dan prestasi akademik. Untuk mengatasinya, siswa dapat menerapkan strategi psikologis seperti mindfulness, relaksasi pernapasan, manajemen waktu, serta berbagi cerita dengan orang terpercaya,” jelasnya.
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Prof Dr Ade Maharini Adiandari yang membawakan materi Mindfulness dan Cognitive Behavioural Therapy (CBT): Strategi Efektif Meningkatkan Kesehatan Mental Generasi Z.
Peserta diperkenalkan pada teknik mindfulness sederhana yang dilakukan dengan menyadari perasaan dan pikiran saat ini tanpa menghakimi, misalnya melalui latihan pernapasan atau fokus pada aktivitas sederhana untuk menenangkan diri.
Cognitive Behavioural Therapy (CBT) membantu mengubah pola pikir negatif menjadi lebih rasional dan positif, sehingga siswa dapat melihat masalah dengan lebih obyektif dan mengurangi stres berlebihan. Dan penerapan CBT yang dapat membantu siswa mengelola pikiran negatif serta meningkatkan fokus belajar.
Praktik langsung
Sedangkan dr I Gusti Putu Darmika Jati sebagai praktisi hipnoterapis membawakan sesi praktik langsung hypnotherapy sebagai terapi alternatif untuk meningkatkan fokus, relaksasi dan motivasi belajar.
Sesi terakhir ini menjadi bagian yang paling diminati oleh peserta karena memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana teknik relaksasi dapat membantu menjaga kondisi mental menjelang ujian. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung.
“Kegiatannya menarik dan tidak membosankan karena kami langsung diajak praktik. Saya jadi tahu bahwa stres itu wajar, asal bisa dikelola dengan cara yang positif. Saya berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan kembali di sekolah kami, dan bisa dilaksanakan juga di sekolah-sekolah yang lain, karena manfaatnya besar dan bisa dirasakan langsung,” ungkap salah seorang peserta, I Gusti Ayu Ngurah Ganisha Raneya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, IMAJI turut menyerahkan satu set PC dan berbagai suvenir edukatif. Sementara Universitas Ngurah Rai Denpasar memberikan 31 judul buku bertema teknologi informasi kepada pihak sekolah sebagai kontribusi dalam penguatan literasi dan pengembangan sarana pembelajaran digital. (*)
Sariyati Wijaya
