Fundamental Solid di 2025, Bank Mandiri Tancap Gas Dorong UMKM, Digitalisasi dan Program Prioritas Pemerintah
Bank Mandiri mencatat kinerja solid sepanjang 2025 dengan aset Rp2.829 triliun, kredit tumbuh 13,4 persen, digitalisasi Livin’ dan Kopra menguat, serta dukungan nyata bagi UMKM dan program prioritas pemerintah
KORANBERNAS.ID, JAKARTA--Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membuktikan ketangguhan fundamental keuangannya sepanjang 2025. Bank pelat merah berkode emiten BMRI ini tak hanya mencatat pertumbuhan kinerja yang solid, tetapi juga mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan ekonomi nasional, memperkuat UMKM, hingga mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 mencapai 5,11 persen (year on year). Sejalan dengan capaian tersebut, Bank Mandiri menutup tahun buku 2025 dengan kinerja impresif, ditopang intermediasi yang sehat, akselerasi digital, serta penguatan ekosistem pembiayaan produktif.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, total aset Bank Mandiri tumbuh 16,6 persen YoY menjadi Rp2.829,9 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit meningkat 13,4 persen YoY menjadi Rp1.895 triliun, mencerminkan peran aktif perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
UMKM Jadi Motor Pertumbuhan
Pertumbuhan kredit Bank Mandiri ditopang kinerja merata di seluruh segmen, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sepanjang 2025, kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh 4,88 persen YoY, di saat pertumbuhan kredit UMKM industri cenderung melambat.
Kinerja ini menegaskan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung sekitar 1,3 juta pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional sekaligus penciptaan lapangan kerja.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyatakan, strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang selektif dan terukur menjadi kunci pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Kami fokus pada pembiayaan sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan penciptaan lapangan kerja, dengan tetap menjaga kualitas aset,” ujarnya di Jakarta, Kamis (05/02/2026).
Likuiditas Kuat, Dana Murah Terjaga
Dari sisi pendanaan, Bank Mandiri mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp2.105,8 triliun, tumbuh 23,9 persen YoY. Struktur pendanaan tetap solid dengan dana murah (CASA) mencapai Rp 1.431,4 triliun, tumbuh 12,6 persen YoY, memastikan likuiditas memadai untuk mendukung ekspansi bisnis berkelanjutan.
Menurut Riduan, pertumbuhan ini tak lepas dari integrasi layanan digital Bank Mandiri yang mampu mengakselerasi transaksi dan penghimpunan dana secara efisien.
Transformasi digital menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan Bank Mandiri sepanjang 2025. Pada segmen ritel, Livin’ by Mandiri terus mengukuhkan diri sebagai super app andalan masyarakat.
Hingga akhir 2025, Livin’ by Mandiri telah digunakan oleh 37,2 juta pengguna, tumbuh 27 persen secara tahunan, dengan akuisisi sekitar 25 ribu pengguna baru per hari. Aplikasi ini mengintegrasikan layanan transaksi harian, pembukaan rekening digital, QRIS, investasi, hingga produk gaya hidup dalam satu ekosistem.
Sementara di segmen wholesale, Kopra by Mandiri memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai solusi digital terpadu bagi nasabah korporasi dan institusi melalui layanan cash management, value chain financing, hingga trade finance berbasis digital.
“Digitalisasi kami arahkan untuk memperkuat ekosistem transaksi ritel dan usaha secara terintegrasi, sekaligus mempertegas peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah,” kata Riduan.
Manajemen risiko yang disiplin membuat kualitas aset Bank Mandiri tetap prima. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross tercatat 0,96 persen di akhir 2025, berada di bawah rata-rata industri.
Dari sisi profitabilitas, Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun sepanjang 2025. Pendapatan bunga bersih mencapai Rp106 triliun, sementara pendapatan non-bunga tumbuh 14,5 persen YoY menjadi Rp48,5 triliun, menandakan diversifikasi pendapatan yang kian kuat.
Dukung Program Prioritas Pemerintah
Sebagai bank BUMN, Bank Mandiri aktif mendukung berbagai program prioritas nasional. Sepanjang 2025, perseroan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp41 triliun kepada sekitar 360 ribu pelaku UMKM.
Bank Mandiri juga terlibat dalam pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan koperasi desa, BUMDes, serta dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah. Selain itu, lebih dari 1.174 program TJSL direalisasikan sepanjang 2025, mencakup pemberdayaan ekonomi, gizi, air bersih, hingga penanganan bencana.
Kontribusi Bank Mandiri kepada negara juga tercermin dari total dividen Rp225 triliun selama 25 tahun terakhir serta setoran pajak kumulatif Rp277 triliun sejak 2000 hingga 2025.
Komitmen Keberlanjutan dan ESG
Pada aspek keberlanjutan, portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun hingga akhir 2025. Perseroan juga menargetkan Net Zero Emission (NZE) operasional pada 2030 melalui penerapan green building, kendaraan listrik, dan energi terbarukan.
Komitmen ini berbuah pengakuan global dengan skor ESG Risk Rating Sustainalytics sebesar 9,5 atau kategori negligible risk pada 2025.
“Keberlanjutan menjadi fondasi strategi bisnis kami agar pertumbuhan yang dicapai memberi dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkas Riduan. (*)
Siaran Pers
