Rabu, 21 Okt 2020,


face-shield-tak-ganggu-murid-sanggar-mentari-berlatih-Siswa-siswi Sanggar Mentari saat berlatih menyanyi di Museum Tosan Aji Purworejo. (Wahyu Nur Asmani/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW

Face Shield Tak Ganggu Murid Sanggar Mentari Berlatih


SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Di masa pandemi saat ini, perkumpulan Mentari Musik Sanggar dan Pemandu Bakat yang beralamat di Dusun Kledung, Kradenen, RT 01/RW 04 Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo tetap membuka kelas latihan bernyanyi untuk anak-anak.

Menariknya, ketika mereka berlatih dan bernyanyi, setiap anak wajib mengenakan masker pelindung wajah atau face shields. Dwi Suryanto pemilik dan pengelola Mentari Musik Sanggar dan Pemandu Bakat, Rabu (14/10/2020) siang, kepada koranbernas.id  menuturkan alasan anak-anak memakai face shields agar tetap kelihatan ekspresinya.


Baca Lainnya :

Selain itu sanggar yang dipimpinnya juga menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Di antaranya cuci tangan dengan menggunakan sabun dan menjaga jarak.

"Kami mewajibkan siswa mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum latihan. Dan, kami juga menjaga jarak, dengan membagi siswa menjadi tiga kelompok dari 30 siswa setiap latihannya," ujarnya.
Dwi menambahkan saat latihan di sanggar, kelas bernyanyi dibuat kecil tidak lebih dari 10 orang. Hal itu demi penerapan physical distancing.


Baca Lainnya :

"Dalam latihan sore ini, anak- anak latihan menyanyi dengan lagu Bersama Mentari ciptaan Cahyaning Mentari, lagu Pelangi yang di lantunkan Sherina dan lagu Oh Bulan ciptaan Cahyaning Mentari," ujar Dwi Suryanto yang juga guru seni musik di SMPN 4 Purworejo.
Demi menambah semangat belajar anak- anak pada 3 Oktober 2020 lalu, Dwi Suryanto mengajak siswa-siswinya untuk berkegiatan ekspresi dan kreasi di Museum Tosan Aji Purworejo.
Saat itu Museum Tosan Aji Purworejo melangsungkan sosialisasi dan wisata edukasi bersama Sanggar Mentari. Para murid Sanggar Mentari yang mengikuti agenda ini merupakan siswa-siswi yang sedang duduk di pendidikan dasar dan hadir didampingi oleh para orang tua.
"Acara tersebut berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19," papar Dwi Suryanto.

Dwi menambahkan Museum Tosan Aji sekarang dibuka untuk umum untuk berkegiatan. Ada ruangan yang cukup besar untuk sebuah acara.Seperti yang kami lakukan, kami berlatih bernyanyi dan bermusik di Museum Tosan Aji," tandas Dwi. (*)

 



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini