Dua Amal Usaha Muhammadiyah Menghadapi Persaingan Ketat, Ini Pesan Haedar Nashir

Pengelola harus berpacu dengan kemajuan lembaga pendidikan yang dikelola pihak lain.

Dua Amal Usaha Muhammadiyah Menghadapi Persaingan Ketat, Ini Pesan Haedar Nashir
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan tausiyah di Unimugo. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengakui dua Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yakni pendidikan dan kesehatan saat ini menghadapi persaingan yang semakin tinggi dan luas. Persaingan ketat itu antara lain terlihat dari tumbuhnya rumah sakit dan lembaga pendidikan di kota-kota besar.

Saat mengisi tausyiah akbar pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) Prof Dr Sofyan Anif dan pengukuhan Direksi RSU PKU Muhammadiyah Gombong, Senin (8/12/2025), Haedar berpesan pertumbuhan lembaga pendidikan dari PAUD, pendidikan dasar dan menengah di Indonesia menjadi tantangan bagi lembaga pendidikan di lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Pengelola harus berpacu dengan kemajuan lembaga pendidikan yang dikelola pihak lain. “Bagaimana pengelola pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah memajukan lembaga pendidikan, sehingga diperoleh kepercayaan yang lebih tinggi dari masyarakat,” katanya.

Haedar Nashir menambahkan, amal usaha rumah sakit saat ini menghadapi tantangan tumbuhnya rumah sakit di dalam negeri. “Di dalam negeri tumbuh rumah sakit dengan nama yang sama di berbagai kota. Pengelola rumah sakit Muhammadiyah harus bisa meyakinkan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang baik dan terbaik,” pintanya.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng KH Tafsir melantik Prof Sofyan Anif menjadi Rektor Unimugo. (istimewa)

Mengenai fenomena WNI berobat ke luar negeri di antaranya Singapura dan Penang, Malaysia, Haedar Nashir saat melakukan perjalanan ke Penang dengan pesawat terbang banyak menjumpai penumpang dengan keperluan berobat di sebuah rumah sakit di Penang.

Dengan tumbuhnya rumah sakit dan lembaga pendidikan, lanjut dia, pengelolaan rumah sakit dan lembaga pendidikan Muhammadiyah harus lebih baik sehingga kepercayaan masyarakat semakin tinggi.

Sementara Rektor Unimugo Sofyan Anif mengatakan dalam memimpin Unimugo dirinya akan menerapkan teori manajemen pendidikan modern yakni Total Quality Management (TQM). Teori itu ada tiga hal yakni input (mahasiswa) tahapan proses dan output. "Input penting tapi proses lebih penting," katanya.

Penerapan TQM memerlukan tiga hal yang harus diwujudkan sivitas akademika Unimugo. Ketiganya meliputi kekompakan rektor, dekan, prodi serta mahasiswa maupun kesamaan visi segenap sivitas akademika.

Satu visi

“Tidak ada visi rektor visi dekan dan prodi yang berseberangan. Semua sivitas akademika harus satu visi. Terakhir, adanya sinergitas semua unsur sivitas akademika, termasuk tenaga kependidikan,” ujarnya.

Adapun Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong sekarang ini dipimpin Direktur Utama dr Desatya Rossa Amygya MM dan dua direktur baru.

Dalam kesempatan itu Desatya mengapresiasi direksi sebelumnya yang dipimpin dr Miftahudin. Direksi lama telah memajukan RSU PKU Muhammadiyah Gombong sehingga bisa melakukan holding lima rumah sakit di Karesidenan Banyumas dan Kedu. (*)