Disnaker Sleman Proyeksikan 144 Lokasi untuk Padat Karya, Total Anggaran Rp 19 Miliar

Disnaker Kabupaten Sleman memproyeksikan 144 paket/lokasi untuk padat karya dengan total anggaran Rp 19 miliar

Disnaker Sleman Proyeksikan 144 Lokasi untuk Padat Karya, Total Anggaran Rp 19 Miliar
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Sleman, Siti Istiqomah Tjatur Sulistijaningtyas. (nila hastuti/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman pada tahun 2026 ini kembali akan melaksanakan program padat karya. Tercatat  Disnaker akan memproyeksikan 144 paket/lokasi untuk padat karya dengan total anggaran Rp 19 miliar. 

“Dari jumlah paket tersebut, paling banyak sumber dananya dari BKK DIY, yakni 110 paket yang terbagi dalam dua tahap.Tahap pertama di 42 lokasi dengan alokasi anggaran Rp 198,5 juta dan tahap kedua di 68 lokasi dengan anggaran Rp 98,5 juta,” kata Siti Istiqomah Tjatur Sulistijaningtyas, Sekretaris Disnaker Sleman pada awak media di Sleman, Jumat (6/2/2026). 

Dikatakan Istiqomah, ada 32 paket yang berasal dari Pokir DPRD Sleman yang juga terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama di 6 lokasi dengan alokasi anggaran Rp 198,5 juta dan tahap kedua di 26 lokasi dengan anggaran Rp 98,5 juta.

“Sedangkan yang bersumber dari ABPD murni ada dua paket dengan anggaran Rp 160 juta,” jelas Istiqomah. 

Timeline pelaksanaan padat karya, Januari - Maret di 31 lokasi dengan dana dari APBD Sleman dan Pokir DPRD Sleman. Kemudian April - Juni di 38 lokasi dari BKK DIY dan Pokir DPRD Sleman. Pada periode Juli - September dari BKK DIY dan Oktober - Desember juga dari BKK DIY.

“Ada enam bentuk pekerjaan dalam padat karya. Yaitu cor blok jalan, talud, saluran irigasi, saluran drainase, sumur resapan dan gorong-gorong,” ungkap Istiqomah. 

Bentuk pekerjaan padat karya memang didominasi infrastruktur yang memang bermanfaat bagi masyarakat luas. Tujuannya sendiri dalam rangka penyerapan energi kerja sementara.

“Jadi dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Khususnya pada waktu atau musim sepi kerja. 

Padat karya ini menyasar tiga kelompok. Penganggur, setengah penganggur dan masyarakat miskin. Diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Istiqomah. 

Setiap paket dikerjakan maksimal selama 20 hari dengan jumlah pekerja maksimal 52 orang. Menyesuaikan dengan anggaran.

Nantinya untuk ketua akan mendapatkan upah Rp 95 ribu/hari. Tukang Rp 90 ribu/hari dan pekerja Rp 85 ribu/hari. Untuk upah akan dibayarkan setiap 5 atau 6 hari sekali. Setiap pekerja didaftarkan dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. (*)