Kemenkop dan HIPMI akan Melakukan Kurasi Produk UMKM Yogyakarta, Dijual ke KDMP

Klub sepak bola terkenal dunia, Barcelona, juga dikelola dengan sistem koperasi.

Kemenkop dan HIPMI akan Melakukan Kurasi Produk UMKM Yogyakarta, Dijual ke KDMP
Menkop Ferry Juliantono meninjau salah satu stan pameran yang digelar dalam rangka Rakerda BPD HIPMI DIY, Sabtu (7/2/2026), di JEC. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Kementerian Koperasi (Kemenkop) Republik Indonesia akan berkolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) terutama BPD HIPMI DIY untuk melakukan kurasi terhadap produk-produk UMKM Yogyakarta yang siap dijual ke gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

“Harapan ke depan, HIPMI dan Kemenkop berkolaborasi melaksanakan kurasi, inkubasi bahkan kita biayai produk-produk UMKM dan brand lokal untuk dijual ke KDMP di Yogyakarta dan daerah sekitarnya,” ungkap Ferry Juliantono, Menteri Koperasi, Sabtu (7/2/2206).

Kepada wartawan usai diundang menjadi pembicara Forum Bisnis Daerah (Forbisda) dalam rangka Rakerda XVI BPD HIPMI DIY di Jogja Expo Center (JEC), Menkop menyatakan kementerian yang dipimpinnya juga akan mendorong para pelaku UMKM maupun pemilik brand lokal khususnya kalangan Gen Z dan milenial mengembangkan produknya.

Langkah ini sekaligus sebagai transformasi terhadap keberadaan koperasi supaya menjadi pilihan alternatif generasi muda. Selain sebagai tempat mereka bekerja juga menjadi sarana pengembangan usaha.

Menkop Ferry Juliantono bersama pengurus HIPMI di sela-sela menjadi pembicara Forbisda HIPMI DIY di JEC. (sholihul hadi/koranbernas.id)

“Sekiranya mereka (generasi muda) mau jadi wirausahawan kita bantu produknya dijual di KDMP,” katanya didampingi Ketua Umum BPD HIPMI DIY Ekawati Rahayu Putri beserta jajarannya maupun pengurus BPP HIPMI.

Menurut menteri, langkah ini sekaligus dalam rangka membantu pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan yang sekarang dibutuhkan oleh Gen Z serta milenial. Mereka rata-rata enggan menjadi pegawai negeri atau karyawan sehingga lebih memilih memiliki usaha sendiri.

Lebih lanjut dia menyatakan kerja sama dengan HIPMI DIY sekaligus untuk menggaungkan koperasi di masa depan supaya mampu tampil keren, kekinian dan lebih nyambung dengan Gen Z dan milenial.

“Harapan besar ini akan didukung oleh Bapak Presiden. Banyak rencana kegiatan. Pertanian, perikanan dan perdagangan. Kita akan eksplorasi habis-habisan,” tandasnya.

Menkop Ferry Juliantono menjadi pembicara Forbisda HIPMI DIY, Sabtu (7/2/2026), di JEC. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Pada forum bisnis yang dipandu moderator Afif Alfianto, Menkop menjelaskan progres pembangunan gerai KDMP beserta sarana dan prasarananya saat ini sudah selesai 30 ribu unit. Targetnya, total 80 ribu gerai KDMP dan perlengkapannya selesai sekitar September 2026.

Kilas balik dia mengungkapkan kejayaan koperasi pada masa Orde Baru yang mampu memiliki pabrik, bank maupun peternakan sapi. Akibat tekanan dari IMF, koperasi yang sejatinya merupakan sakaguru perekonomian Indonesia sebagaimana tertuang di dalam Pasal 33 UUD 1945, menjadi suram dan terkesan ditinggalkan selama hampir 30 tahun.

Akhirnya peran negara untuk mengatur perekonomian diambil alih oleh aktor-aktor seperti tengkulak dan rentenir. Tak hanya itu, tergesernya koperasi oleh resep yang dipaksakan IMF berupa sistem kapitalis dan liberal yang rakus, ternyata terbukti sangat merugikan Indonesia.

Benar, kata dia, ekonomi tumbuh namun demikian hanya dinikmati segelintir orang dan dampaknya menciptakan kemiskinan yang bertubi-tubi. Padahal, kekuatan koperasi di Indonesia sebenarnya sangat diakui oleh dunia. Bahkan, kata menteri, klub sepak bola terkenal dunia, Barcelona, juga dikelola dengan sistem koperasi.

Menkop Ferry Juliantono menyampaikan keterangan pers usai menjadi pembicara Forbisda HIPMI DIY. (sholihul hadi/koranbernas.id)

“Pak Presiden Prabowo ingin mengembalikan lagi perekonomian Indonesia ke Pasal 33 UUD 1945. Pelan-pelan, peran koperasi dikembalikan. Dengan transformasi besar-besaran koperasi harus menjadi sakaguru kembali,” tandasnya.

Salah satu caranya adalah koperasi dikelola tidak lagi dengan pendekatan kelembagaan melainkan berorientasi bisnis. Selain menjadi pembicara forum, Menkop Ferry Juliantono sore itu juga menyempatkan  meninjau stan pameran yang menampilkan produk-produk UMKM. (*)