Disabilitas Bangunjiwo Dilatih Mengolah Pangan Lokal dan Pemasaran Digital

Program ini dilaksanakan dosen STIKES Surya Global Yogyakarta melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pemula.

Disabilitas Bangunjiwo Dilatih Mengolah Pangan Lokal dan Pemasaran Digital
Kelompok Disabilitas Kalurahan (KDK) Bangunjiwo Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul mendapat program Pelatihan Produksi Pangan Lokal dan Pemasaran Digital oleh dosen STIKES Surya Global Yogyakarta. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Kelompok Disabilitas Kalurahan (KDK) Bangunjiwo Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul mendapat program Pelatihan Produksi Pangan Lokal dan Pemasaran Digital.

Program ini dilaksanakan oleh dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Surya Global Yogyakarta melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) untuk menciptakan kemandirian ekonomi.

Kegiatan pengabdian diketuai Dian Nur Adkhana Sari S Kep Ns M Kep dan beranggotakan Suryati S Kep Ns M Kep dosen Prodi Keperawatan dan dosen Kesehatan Masyarakat Chanif Kurnia Sari SE MM MPH. Selain itu, juga dibantu tiga mahasiswa Prodi Keperawatan yakni Delfina, Jahratun dan Nurul Islah.

Melalui siaran pers ke redaksi koranbernas.id, Jumat (24/10/2025), Dian Nur Adkhana menjelaskan Kegiatan PMP merupakan salah satu bentuk implementasi MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) serta penerapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi.

Pelatihan produksi pangan lokal di Kalurahan Bangunjiwo Bantul dipandu dosen STIKES Surya Global Yogyakarta. (istimewa)

Program PKM dibiayai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun anggaran 2025.

"Pengabdian Masyarakat Kemandirian Ekonomi Kelompok Disabilitas Kalurahan Bangunjiwo melalui pelatihan produksi pangan lokal dan pemasaran digital bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan sehingga dapat meningkatkan lapangan kerja bagi kelompok disabilitas,” kata Dian.

Selain itu, juga mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif dan melanjutkan infrastruktur bangsa dan negara.

Dipilih bahan pangan lokal dan diolah secara kreatif sehingga akan meningkatkan nilai tambah produk. Peserta dilatih membuat keripik singkong, pisang dan sirup wedang uwuh.

Mobilitas terbatas

"Kami juga mengajarkan pemasaran secara online lewat teknologi dan platform media sosial maupun menggunakan teknologi e-commerce Shopee dengan harapan cakupan pemasarannya lebih luas. Hal ini juga meminimalkan mobilitas bagi teman-teman disabilitas mengingat terbatasnya mobilitas mereka," katanya.

Pelatihan dilaksanakan di Kalurahan Bangunjiwo pada 11 dan 18 Oktober 2025 atau dua kali pertemuan dengan mendatangkan ahli di bidangnya. Pelatihan ini terselenggara atas kerja sama dengan Kelompok Disabilitas Kalurahan (KDK) yang beralamat di Dusun Gendeng Kalurahan Bangunjiwo Bantul. (*)