Dicky dan Nadine Dinobatkan sebagai Bagus Roro Purworejo 2026

Semua duta akan dilibatkan dalam kegiatan Dinas Pariwisata.

Dicky dan Nadine Dinobatkan sebagai Bagus Roro Purworejo 2026
Grand Final pemilihan Bagus Roro Purworejo 2026 di Ganesha Convention Hall, Sabtu (16/5/2026) malam. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Teka-teki sosok yang menyandang gelar Bagus dan Roro Purworejo 2026 akhirnya terjawab. Melalui rangkaian panjang, Grand Final pemilihan Bagus Roro Purworejo 2026 digelar meriah di Ganesha Convention Hall, Sabtu (16/5/2026) malam.

Pada acara puncak tersebut, terdapat 15 pasang (30 orang) Bagus Roro yang menampilkan kemampuan berbusana serta kemampuan menjawab pertanyaan dewan juri.

Terpilih dan dinobatkan sebagai Bagus Purworejo 2026 adalah Dicky Ahmad Ghufron dari SMAN 1 Purworejo, sedangkan Roro Purworejo 2026 jatuh kepada Nadine Belynda Wardani dari SMAN 5 Purworejo.

Untuk para wakil Bagus Purworejo 2026, wakil 1 adalah Muhammad Afusan Aditya dari MA Salafiyah Syaffiah Tebuireng, wakil 2 Sungging Jagad Prakosa dari SMAN 9 Purworejo. Wakil 3 yaitu Muhammad Andika Pratama dari SMAN 4 Purworejo dan wakil 4 yaitu Gibran Aref dari SMAN 2 Purworejo.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo, Neira Anjar Pujisusilo. (istimewa)

Sedangkan para wakil untuk Roro Purworejo 2026 terdiri wakil 1 yaitu Nafatya Dyan Marta dari SMAN 9 Purworejo, wakil 2 adalah Hanin Almaysa Winarko dari SMAN 4 Purworejo, wakil 3 yaitu Ellia Ayu Ardila dari SMAN 5 Purworeno dan wakil 4 yaitu Afrilya Dianda Budisetya dari STIE Rajawali Purworejo.

Pada malam grand final tersebut, Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengatakan kegiatan seperti ini sangat positif, karena menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk belajar tampil, berkomunikasi, membangun kepercayaan diri, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan daerahnya sendiri.

“Saya berharap para finalis tidak hanya berhenti pada ajang kompetisi malam ini. Teruslah mengembangkan potensi, menjaga semangat berkarya dan menjadi generasi muda yang mampu memberikan energi positif di tengah masyarakat. Keberadaan Bagus dan Roro diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan wajah positif Kabupaten Purworejo kepada masyarakat luas," kata bupati.

Dia juga berharap bagi yang terpilih sebagai Bagus Roro beserta para wakil, dapat menjadi duta yang aktif, inspiratif dan mampu membawa citra baik Kabupaten Purworejo dengan sikap yang santun dan penuh tanggung jawab.

Duta Pariwisata

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo, Neira Anjar Pujisusilo, menjelaskan pemilihan Bagus Roro merupakan ajang mencari putra-putri terbaik daerah untuk menjadi Duta Pariwisata Purworejo 2026.

“Bagus untuk putra dan Roro untuk putri. Prosesnya sudah kami mulai sejak awal tahun melalui sosialisasi di sekolah-sekolah. Pasca Lebaran, kami menggelar seleksi tertulis, wawancara dan uji bakat,” jelas Neira.

Sebanyak 30 finalis atau 15 pasang Bagus Roro mengikuti masa karantina dan pembekalan sejak 13 Mei 2026. Malam sebelumnya, 15 Mei, mereka tampil dalam fashion show dan unjuk bakat di Art Center.

“Penilaian dilakukan secara akumulatif sejak seleksi awal hingga malam final ini. Kami nilai performa mereka selama karantina dan saat grandfinal,” tambahnya.

Mewakili kabupaten

Ke-30 finalis otomatis menjadi anggota Paguyuban Bagus Roro dan akan berperan sebagai agen pariwisata. Namun, hanya pasangan juara pertama, Bagus dan Roro Purworejo 2026, yang akan mewakili kabupaten di ajang Mas dan Mbak Jawa Tengah 2026.

“Kami akan membekali pemenang dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk kompetisi di tingkat provinsi. Finalis yang belum terpilih tetap punya peran penting,” ujar Neira.

Menurutnya, akan ada predikat Wakil Bagus, Wakil Roro, hingga duta persahabatan, intelijensia, berbakat, literasi dan integritas. Semua duta akan dilibatkan dalam kegiatan Dinas Pariwisata, termasuk menjadi brand ambassador produk ekonomi kreatif.

Pada malam preliminary, 30 finalis menampilkan busana batik karya perajin lokal binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Purworejo. Ketua Dekranasda, Ny Dion, yang juga menjadi juri malam itu mendukung penuh promosi batik lokal. “Siapa pun yang menyukai busana yang ditampilkan bisa langsung menghubungi perajinnya untuk pembelian,” kata Neira. Adapun dewan juri terdiri lima orang. (*)