egathering-perdana-himpunan-humas-hotel-membahas-survival-kit-di-era-adaptasi-kebiasaan-baruScreenshot e-gathering Himpunan Humas Hotel, Jumat (24/7/2020).


Redaktur

E-Gathering Perdana Himpunan Humas Hotel Membahas Survival Kit di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Menghadapi era adaptasi kebiasaan baru, industri perhotelan melakukan banyak penyesuaian, mulai dari penerapan protokol kesehatan, promosi, dan program. Hal ini dilakukan untuk tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi yang cukup signifikan akibat pandemi Covid-19.


Baca Lainnya :

    Industri perhotelan juga perlu memperhatikan strategi khusus apa yang harus dilakukan oleh para public relations untuk tetap bertahan di tengah situasi saat ini. Karena itu, Himpunan Humas Hotel di tiga kota besar yang ada di Indonesia, yaitu Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta, tergerak untuk mengadakan e-gathering kolaboratif perdana pada Jumat (24/7/2020) dengan mengangkat topik “Public Relations Survival Kit For Your Business”.

    Event yang diselenggarakan secara virtual ini mengundang Jojo S. Nugroho, selaku Ketua Umum APPRI dan Managing Director IMOGEN PR, sebagai guest speaker yang memberikan tujuh “Survival Kit” untuk PR hotel di era adaptasi kebiasaan baru. Ketujuh “Survival Kit” tersebut, pertama, melakukan pemetaan stakeholder agar PR tahu siapa yang menjadi prioritas untuk didekati sekarang ini.


    Baca Lainnya :

      Kedua, melakukan pemetaan isu. “Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh loyal customer kita agar mereka mau kembali datang ke hotel kita,” kata Jojo.

      Ketiga, storytelling. Jojo menekankan bahwa PR bisa membuat konten dalam bentuk cerita berdasarkan fakta dan diambil dari kacamata customer. Kemasannya bisa berbeda-beda sesuai dengan target yang akan disasar.

      Keempat, kolaborasi. “Di era sekarang ini, semua harus saling berkolaborasi. Di sinilah fungsi dari sebuah komunitas. Dengan kita saling mengenal, maka akan ada trust dan bisa melakukan kolaborasi,” ujarnya.

      Kelima, berkomunikasi dengan penuh empati. Yang dimaksud adalah hotel dapat memberikan informasi yang menenangkan customer.

      Keenam, fokus pada solusi, bukan jualan. “Karena berdasarkan survei Edelman Trust Barometer 2020, 54 persen responden akan mengabaikan launching produk, kecuali brand tersebut didesain sedemikian rupa untuk membantu mereka menghadapi pandemi,” kata Jojo.

      Ketujuh, tetap berhubungan baik dengan media. “Masyarakat saat ini lebih percaya pada media konvensional karena ada begitu banyak berita hoaks di media sosial. Ini adalah hasil survei yang dilakukan oleh Imogen Communications Institute (ICI),”ungkapnya.

      Himpunan Humas Hotel Jakarta, Yogyakarta dan Bandung merupakan komunitas non-profit yang didirikan dengan tujuan untuk mempererat hubungan baik antara public relations hotel dan resort di Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Komunitas ini memiliki agenda pertemun rutin setiap bulannya dengan berbagai misi edukasi untuk lebih memperluas wawasan di dunia perhotelan.

      Seluruh pengurus Himpunan Humas Hotel berharap ke depannya dapat saling bersinergi mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat menambah skill serta wawasan seputar profesi PR. (*)



      SHARE

      BERITA TERKAIT

      Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

      Tulis Komentar disini