Muhammadiyah Games 2026 Jadi Ajang Pencarian Bibit Atlet
Sebanyak 1.953 peserta bertanding dalam enam cabang olahraga.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah membuka kompetisi olahraga tingkat nasional pertama The 1st Muhammadiyah Games 2026, Sabtu (16/5/2026) malam, di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Selain kompetisi, kegiatan ini juga menjadi momentum pencarian bibit atlet kader Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib, menyebutkan penyelenggaraan Muhammadiyah Games menjadi sejarah baru bagi Persyarikatan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menemukan sekaligus membina kader Muhammadiyah yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga.
“Ini sejarah bagi Muhammadiyah, karena baru kali ini digelar perhelatan olahraga tingkat nasional. Kami berharap Muhammadiyah Games tidak hanya sekali ini saja, tetapi bisa diselenggarakan secara rutin,” ujarnya.
Irwan menilai banyak kader Muhammadiyah di berbagai daerah yang memiliki potensi besar di bidang olahraga. Namun selama ini belum tersedia wadah khusus yang mampu menampung dan mengembangkan potensi tersebut secara sistematis.
Atlet kader
Melalui Muhammadiyah Games, kata dia, atlet dari berbagai amal usaha Muhammadiyah, baik sekolah maupun perguruan tinggi dapat berkompetisi sekaligus menunjukkan kualitasnya. Para pemenang nantinya diharapkan dapat menjadi representasi atlet kader Muhammadiyah yang berprestasi.
Harapan serupa disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Olahraga PP Muhammadiyah Gatot Sugiharto. Dia menilai selama ini wadah kaderisasi atlet di lingkungan Muhammadiyah masih terbatas sehingga perlu diperkuat melalui kegiatan seperti Muhammadiyah Games.
“Selama ini wadah kaderisasi olahraga di Muhammadiyah masih kurang. Ke depan kami bahkan berharap ada perguruan tinggi khusus olahraga di lingkungan Muhammadiyah,” ujarnya.
Apresiasi terhadap ajang ini juga datang dari Rektor UAD, Muchlas, yang siap mendukung berbagai agenda Persyarikatan, termasuk pengembangan olahraga melalui Muhammadiyah Games.
Semakin lengkap
Menurutnya, jika fasilitas olahraga di UAD semakin lengkap, kampus tersebut siap menjadi tuan rumah berbagai agenda olahraga Muhammadiyah di masa depan.
“UAD selalu membuka diri untuk agenda Persyarikatan. Ke depan ketika fasilitas olahraga kami semakin berkembang, Muhammadiyah Games bisa memanfaatkan fasilitas tersebut,” katanya.
Sementara itu Ketua Panitia Muhammadiyah Games 2026, Nur Subekti, melaporkan perhelatan perdana ini mendapat antusiasme besar dari peserta di seluruh Indonesia. Tercatat sebanyak 2.305 peserta ambil bagian dalam kompetisi ini.
Sebanyak 1.953 peserta bertanding dalam enam cabang olahraga kompetisi yakni pencak silat, panahan, atletik, bulu tangkis, bola voli, dan tenis meja. Sementara 352 peserta lainnya mengikuti cabang festival senam Anak Indonesia Hebat.
Mulai SD
Para atlet berasal dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah, mulai dari siswa SD, SMP/MTs, SMA, hingga mahasiswa perguruan tinggi.
Selama kompetisi berlangsung, para peserta akan memperebutkan total 428 medali yang terdiri dari 122 medali emas, 122 medali perak, dan 184 medali perunggu.
Muhammadiyah Games 2026 digelar 13-21 Mei 2026 dan dilaksanakan secara simultan di tiga kota yakni Yogyakarta, Surakarta dan Purwokerto. Selain di UAD, sejumlah pertandingan juga berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta serta Universitas Muhammadiyah Purwokerto. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
