Di Klaten, Baru Dua Koperasi Desa Merah Putih yang Beroperasi

Pemkab Klaten melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) mengadakan Kontak Bisnis dengan mitra kerja.

Di Klaten, Baru Dua Koperasi Desa Merah Putih yang Beroperasi
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan sambutan pada kegiatan kontak bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Pendopo Pemkab, Selasa (29/7/2025). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Tidak terasa launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sudah seminggu berlalu. Namun di lapangan, masih banyak koperasi yang belum beroperasi.

Di Kabupaten Klaten, dari 401 KDMP yang sudah terbentuk dan memiliki badan hukum, baru dua koperasi yang sudah beroperasi yakni KDMP Bentangan Kecamatan Wonosari dan KDMP Ponggok Kecamatan Polanharjo.

Masih banyaknya KDMP yang belum beroperasi menjadi perhatiannya serius Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Untuk mendorong KDMP agar segera beroperasi, Pemkab Klaten melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) mengadakan Kontak Bisnis dengan mitra kerja.

Kontak bisnis yang berlangsung di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (29/7/2025), diikuti perwakilan pengurus 401 KDMP se Kabupaten Klaten. Sedangkan mitra kerja yang hadir dari Pertamina, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Jateng, PT Pupuk Indonesia, Samsat, Bulog.

Fase kedua

Kepala DKUKMP Kabupaten Klaten, Anang Widjatmoko, menyampaikan kontak bisnis ini merupakan fase kedua setelah fase pertama launching KDMP oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Desa Bentangan Kecamatan Wonosari pekan lalu.

KDMP di Kabupaten Klaten, kata mantan Camat Ngawen itu, sudah memiliki dasar hukum sehingga sudah bisa membuat bisnis plan. "O...mau mengusulkan apa tha? Prinsipnya untuk mensejahterakan masyarakat. Hari ini ada dari Bulog, Samsat, DPMPTSP yang bisa langsung mengurus NIB, KPP Pratama untuk mengurus NPWP dan lain sebagainya," katanya.

Sedangkan maksud dan tujuan kegiatan kontak bisnis untuk memperluas jaringan dan kemitraan dengan sesama koperasi, pelaku usaha swasta maupun instansi pemerintah.

"Maksud ini juga mencakup upaya untuk mengidentifikasi peluang usaha baru yang relevan dengan potensi desa, mengakses sumber daya yang dibutuhkan seperti modal, bahan baku atau teknologi, menciptakan nilai tambah bagi produk lokal desa dan memperkenalkan produk dan layanan yang dihasilkan atau disediakan oleh koperasi kepada pasar yang lebih luas," ujar Anang.

Tergantung pengurus

Sementara itu, Kepala Balai Diklat Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Dwi Silo Raharjo yang hadir mewakili Kepala Dinas Koperasi Jawa Tengah menyampaikan tumbuh kembangnya KDMP di Kabupaten Klaten tergantung pengurus.

Dia berharap, kegiatan ini bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa untuk memulai langkah KDMP, sebab sudah memiliki akta, badan hukum, izin usaha. "Mari kita simak pemaparan para stakeholder dan tangkap peluang yang ada," pintanya.

Perwakilan dari Pertamina Patra Niaga, Wahyu Purwoko dalam paparannya berharap Pertamina bisa mengembangkan lini bisnisnya di KDMP. Bisnis Pertamina kata dia, di antaranya lubricant (oli), LPG 3 kg dan LPG nonsubsidi.

Khusus LPG 3 kg, kata dia, merupakan penugasan pemerintah menyalurkan barang subsidi. Harga dan alokasi sudah diatur sesuai ketentuan Undang-undang Migas, Keppres, SK Menteri sampai dengan turunannya, sampai HET (Harga Eceran Tertinggi) diatur oleh Gubernur.

BUMN

"Bulan Agustus lalu Rp 18 ribu per tabung. LPG 3 kg yang disalurkan Pertamina Patra Niaga dengan heavy regulated (pengaturan sangat ketat) oleh pemerintah," jelas Wahyu Purwoko.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan kegiatan kontak bisnis mempertemukan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan calon mitra kerja dari BUMN. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut peresmian KDMP di Desa Bentangan Kecamatan Wonosari tanggal 21 Juli silam.

"Di Bentangan baru satu desa, sementara Klaten ada 401 desa/kelurahan. Kemudian kita undang dan pertemukan agar KDMP bisa lebih paham lagi seperti apa tha koperasi itu, seperti apa sih potensi yang bisa dijalankan. Harapannya, terbuka mindset mereka untuk kemudian bisa lari cepat," katanya.

Dia berpesan, karena legalitas sudah ada dan klir maka langkah selanjutnya adalah merekrut anggota sebanyak mungkin dari warga masyarakat. “Prinsipnya, koperasi dari untuk dan oleh anggota. Insya Allah koperasi jalan manakala anggota sudah banyak,” katanya.

Modal usaha

Saat ditanya sudah berapa KDMP di Kabupaten Klaten yang beroperasi? Hamenang menjawab ada dua. Pihaknya mendorong KDMP agar segera beroperasi melalui acara tersebut.

Hamenang menambahkan, modal usaha dari Himbara (Himpunan Bank-bank Negara) yang ditunjuk seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, bahkan Bank Jateng maupun Bank Klaten juga siap manakala di lapangan ada kendala dari Himbara. "Karena kita juga ada subsidi untuk beberapa sektor," jelasnya. (*)