Deteksi Dini Kasus Bedah sangat Penting Dilakukan untuk Menurunkan Angka Kematian
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Dokter ahli bedah konsultan kepala leher, Dr dr Sagiran Sp.B (K) KL .M.Kes, membagikan ilmu tentang bagaimana cara melakukan deteksi dini dan tata laksana tepat kasus bedah kepada para tenaga kesehatan (Nakes) di Fasilitas Kesehatan (Faskes) Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK ) 1 di area Kabupaten Bantul.
Kegiatan bertajuk "Gathering PPK 1" ini dikemas dalam bentuk seminar dan diskusi dengan peserta 50 orang dan berlangsung di Aula Grha Nur Hidayah Jalan Imogiri Timur Km 11 Trimulyo Jetis, Kabupaten Bantul, pada Sabtu (27/9/2025) sebagaimana rilis yang dikirim ke redaksi koranbernas.id, Senin (29/9/2025).
Antusiasme peserta gathering ditunjukkan dengan aktifnya peserta dalam diskusi dan mengikuti jalannya acara hingga selesai.
“Deteksi dini pada kasus bedah sangat penting dilakukan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian. Sedangkan tata laksana yang tepat bisa mempercepat kesembuhan dan mencegah komplikasi,” kata dokter Sagiran
Direktur RS Nur Hidayan dr. Estianna Khoirunnisa, MPH. FISQua mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah ada hubungan komunikasi yang baik antara Faskes PPK 1 dan RS Nur Hidayah. Sehingga pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih optimal.
Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini juga memiliki harapan bisa berkontribusi maksimal dalam peningkatan derajat kesehatan di wilayah Bantul.
"Kami berkomitmen terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan. Terutama dengan menjadikan layanan bedah sebagai layanan unggulan," katanya.
Komitmen ini ditunjukkan dengan tersedianya 4 dokter spesialis bedah umum, 1 spesialis bedah anak, 1 spesialis bedah digestif, dan 1 dokter bedah konsultan kepala leher.
“Rencananya ke depan dalam waktu dekat kita juga akan menambah dokter bedah onkologi, dan menambah layanan lain sesuai kebutuhan masyarakat,” lanjut dokter Ana. (*)
Sariyati Wijaya
