Captain Bryan Sebut Literasi Digital & AI Kunci Sukses UMKM di Era Digital
Disebut entrepreneur sukses ketika produknya biasa, tapi jualannya laris manis
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Praktisi digital marketing terkemuka dan pendiri EClub Indonesia, Bryan Erfanda Putra, atau yang akrab disapa Captain Bryan, menegaskan bahwa literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) adalah kunci utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing dan mencapai kesuksesan di era digital.
Pernyataan ini disampaikan Captain Bryan dalam acara “Pelatihan Marketing with AI for UMKM” yang berlangsung di Gadespace Lempuyangan, Yogyakarta, dan dihadiri oleh belasan pelaku UMKM lokal.
Captain Bryan menekankan bahwa literasi digital jauh melampaui kemampuan dasar seperti menggunakan media sosial atau membuat website.
“Literasi digital bukan hanya tentang menggunakan media sosial atau membuat website, tapi juga tentang memahami bagaimana menggunakan teknologi untuk meningkatkan bisnis,” ujarnya.
Literasi digital yang baik, lanjutnya, dapat membantu UMKM dalam tiga aspek krusial. Yakni meningkatkan visibilitas berupa jangkauan pasar yang lebih luas, meningkatkan penjualan melalui konversi yang lebih efektif dan meningkatkan loyalitas pelanggan melalui hubungan yang lebih erat dengan konsumen.
“Literasi digital adalah kunci untuk meningkatkan daya saing dan mencapai kesuksesan di era digital ini,” tegasnya, berharap pelaku UMKM Indonesia dapat memanfaatkan teknologi ini semaksimal mungkin.
AI Mempermudah, Pengendara Menentukan
Dalam sesi pelatihan, Captain Bryan mengakui bahwa AI dan alat digital lainnya dapat mempermudah pekerjaan. Namun, ia memberikan penekanan penting: alat hanyalah mesin, yang penting adalah pengendaranya.
Ia membagikan kisah inspiratif dari Garut, Jawa Barat, tentang seorang ibu penjual tumpeng. Awalnya, ibu tersebut hanya bisa menjual 3 tumpeng per minggu karena minimnya pemahaman digital marketing. Setelah mencoba memanfaatkan smartphone untuk pemasaran digital, penjualannya meroket menjadi 3 tumpeng per hari, bahkan menarik minat pembeli hingga dari Singapura.
“Disebut entrepreneur sukses ketika produknya biasa, tapi jualannya laris manis. Itu kuncinya,” katanya, menyoroti bahwa fokus UMKM seharusnya adalah pada kelarisan penjualan, bukan sekadar kesempurnaan produk atau kemasan.
Captain Bryan juga memaparkan bahwa untuk terjun dan sukses di dunia usaha, calon pebisnis harus memiliki tiga nilai inti. Ia harus punya Respect (saling menghargai) agar bisa menjalin hubungan baik dengan semua pihak. Kemudian punya jiwa Syukur (berpikir positif) supaya bisa mengawali setiap langkah dengan cara berpikir positif, tanpa mengeluh dan harus punya rasa Optimis (keyakinan diri) harus punya keyakinan bisa dan pasti bisa.
Taktik Marketing: Fokus pada Target yang Jelas
Mengatasi masalah klasik pelaku UMKM yang selalu merasa terkendala modal, Captain Bryan menyarankan untuk fokus pada apa yang bisa dilakukan sekarang. Kunci pertama agar marketing sukses adalah tidak membidik semua kalangan. Pelaku usaha harus bisa mengukur dan mendefinisikan target pasar secara spesifik: jenis kelamin, usia, lokasi, minat, dan lainnya.
Ia memberikan contoh strategi penargetan yang sering luput:
Baju Koko: Target utamanya bukan bapak-bapak, melainkan ibu-ibu yang biasanya membeli untuk suami atau anak.
Susu Pencegah Osteoporosis: Konsumennya adalah orang tua, tetapi pembelinya adalah anak-anak yang peduli dan cinta dengan orang tua mereka.
“Ini harus dipahami seorang penjual atau marketing atau pelaku usaha,” pungkasnya.
Edukasi Investasi
Selain materi digital marketing dan AI, peserta juga mendapatkan literasi investasi dari pegadaian. Faradila dari Kantor Pegadaian Cabang Lempuyangan memperkenalkan beragam produk dan layanan yang kini dimiliki pegadaian.
Layanan tersebut mencakup produk utama Gadai, Pembiayaan, serta produk Emas seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas serta Layanan Jasa.
“Pengembangan berbagai produk dan layanan ini, memperluas jenis layanan ke masyarakat. Sekarang, nasabah kami tidak lagi didominasi kelompok masyarakat dari kalangan orang tua ataupun masyarakat menengah bawah. Nasabah dari kalangan anak-anak muda atau mahasiswa serta para pengusaha juga banyak,” jelas Faradila. (*)
Siaran Pers
