Balita Ditemukan Meninggal di Kolam Penampungan Air

Tidak ada luka yang mengarah pada unsur penganiayaan. Meninggal murni akibat tenggelam.

Balita Ditemukan Meninggal di Kolam Penampungan Air
Petugas Polres Kbumen memeriksa lokasi balita yang ditemukan meninggal di kolam. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Seorang balita warga Desa Pakuran Kecamatan Sruweng Kebumen ditemukan meninggal dunia di kolam penampungan air di depan rumahnya, Senin (1/12/2025).

Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman menjelaskan, laporan itu diterima sekitar pukul 12:15 dari Sekretaris Desa Pakuran, Wahlul Iman.

Korban atas nama Muhammad Nur Alby warga Dusun Watu Kempul. Menurut keterangan saksi, Jumanudin, sebelumnya korban  terlihat bermain di tepi kolam di depan rumahnya.

Ketika saksi hendak bersiap menunaikan salat Dhuhur, melihat anak korban berada di dalam kolam dalam posisi telungkup. Saksi kemudian memanggil Miskanudin, kakek korban, dan bersama warga mengevakuasi tubuh anak itu.

Jatuh ke kolam

"Kemungkinan kurang pengawasan, sehingga anak jatuh ke dalam kolam. Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia," kata Faris Budiman.

Hasil olah tempat kejadian, kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban ketika ditemukan belum menunjukkan tanda kaku saat pertama kali diperiksa.

Pemeriksaan di lokasi dilakukan oleh Kapolsek Sruweng AKP Mardi bersama personel Polsek dan tim Inafis. Kolam tempat kejadian berukuran sekitar 15 meter dengan kedalaman air 120 sentimeter.

"Hasil pemeriksaan medis Puskesmas Sruweng menguatkan temuan awal saat petugas berada di lokasi. Tidak ada luka yang mengarah pada unsur penganiayaan," ujar Kompol Faris.

Dimakamkan

Korban dipastikan meninggal murni akibat tenggelam, dengan perkiraan waktu kematian kurang dari empat jam sebelum pemeriksaan berlangsung. Pihak keluarga menerima jenazah untuk dimakamkan tanpa proses otopsi.

Faris Budiman mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak yang bermain di sekitar kolam atau area berair lainnya. “Pengawasan orang tua menjadi hal penting untuk mencegah insiden serupa,” ujar Faris.

Pada sejumlah rumah di dataran tinggi Sruweng terdapat kolam untuk penampungan air hujan. Cadangan air itu digunakan ketika musim kemarau. (*)