BUMKal Sidomulyo Harus Memberi Manfaat Nyata
Jangan sampai keberadaan BUMKal hanya formalitas semata.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LMPKal) Sidomulyo Bambanglipuro Bantul, Zahrowi, berharap keberadaan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) memberikan manfaat nyata bagi kalurahan.
BUMKal Sidomulyo harus mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki kalurahan dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Kalurahan. “Jangan sampai keberadaan BUMKal hanya formalitas semata. Maka visi, misi dan program pengembangan haruslah jelas,” katanya kepada koranbernas.id di rumahnya Dusun Plebengan Sidomulyo, Kamis (2/4/2026).
Saat Pelaksanaan Musyawarah Kalurahan (Muskal) Sidomulyo yang digelar Senin (30/3/2026) dia minta untuk dihentikan. Di antaranya, Muskal tersebut berisi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan pemilihan Direktur BUMKal Sidomulyo Maju, Pengawas Bumkal,Sekretaris dan Bendahara serta Muskal AD/ART BUMKal Sidomulyo.
Dirinya meminta penghentian Muskal karena menilai belum berjalan obyektif. “Prinsipnya BUMKal itu usaha milik kalurahan. Otoritasnya ada pada eksekutif, tapi ini malah Bamuskal. Jadi kontradiktif,” kata Zahrowi.
Transparansi
Usai Muskal ditunda, Ketua Bamuskal Sidomulyo, Samidi, menilai dinamika dalam forum merupakan hal yang wajar. Inilah pentingnya menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap keputusan.
Disebutkan, forum Muskal terbuka terhadap berbagai masukan, termasuk opsi penundaan apabila memang diperlukan untuk pendalaman materi.
Lurah Sidomulyo, Susanto, mengajak seluruh peserta musyawarah untuk melihat persoalan secara menyeluruh. Pemerintah kalurahan memiliki komitmen mendorong BUMKal sebagai penggerak ekonomi di kalurahan.
Dia menjelaskan, sebelumnya pemerintah kalurahan merancang penguatan modal BUMKal melalui alokasi anggaran hingga 20 persen dari dana yang tersedia. Namun pada 2026, kondisi anggaran mengalami perubahan sehingga kebijakan tersebut belum bisa dijalankan secara optimal. (*)
Sariyati Wijaya
