Pembelian Emas Saat Lebaran Meningkat, Jadi Investasi

Dulu banyak membeli lalu menjual kembali. Sekarang masyarakat lebih memilih menyimpan emasnya sebagai investasi.

Pembelian Emas Saat Lebaran Meningkat, Jadi Investasi
COO Toko Mas Jawa, Mona Pangestu, memperlihatkan produk emas dalam Golden Dream 2026 di JCM, Kamis (2/4/2026). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Momentum Lebaran Idul Fitri 1447 H yang selama ini identik dengan peningkatan pembelian perhiasan emas kini menunjukkan perubahan tren. Jika sebelumnya emas kerap dibeli sebagai perhiasan untuk menunjang penampilan dan kemudian dijual kembali setelah momen hari raya, kini masyarakat justru lebih memilih menyimpannya menjadi instrumen investasi jangka panjang.

Perubahan perilaku ini terlihat dalam gelaran Golden Dream 2026 yang diselenggarakan Toko Mas Jawa di Jogja City Mall (JCM) pada 2-5 April 2026. Pada pameran tersebut ditampilkan berbagai koleksi perhiasan emas sekaligus edukasi investasi bagi masyarakat.

Chief Operating Officer (COO) Toko Mas Jawa, Mona Pangestu, Kamis (2/4/2026), mengatakan momentum setelah Lebaran memang selalu diikuti peningkatan pembelian emas. Namun, pola konsumsi masyarakat kini berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Setelah Lebaran memang ada peningkatan pembelian emas. Tetapi sekarang berbeda dengan masa lampau, yang dulu banyak membeli lalu menjual kembali. Sekarang masyarakat lebih memilih menyimpan emasnya sebagai investasi,” ujarnya.

Aset stabil

Menurut Mona, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi keuangan turut mendorong perubahan tersebut. Emas kini dipandang sebagai aset yang relatif stabil dan aman untuk menjaga nilai kekayaan.

Dia menilai dinamika geopolitik global sempat membuat harga emas mengalami kenaikan tajam. Meski demikian, kondisi pasar saat ini mulai kembali stabil dan cenderung berada pada level organik, sehingga tetap menarik bagi masyarakat untuk berinvestasi.

“Tabungan emas menjadi pegangan karena ada bentuk fisiknya, sehingga masyarakat merasa lebih aman. Dengan kondisi harga yang stabil, minat untuk menyimpan emas sebagai investasi juga semakin meningkat,” jelasnya.

Fenomena ini juga dirasakan oleh masyarakat yang datang ke pameran. Ita (42), warga Kapanewon Depok Sleman mengaku sengaja membeli emas untuk menambah simpanan, bukan sekadar perhiasan.

Semakin mudah

“Sekarang emas benar-benar jadi pegangan. Kalau dulu habis Lebaran biasanya dijual, sekarang justru saya simpan karena nilainya terus tumbuh stabil,” katanya.

Hal serupa disampaikan Widya (38), ibu rumah tangga asal Kota Yogyakarta. Perkembangan teknologi digital juga membuat investasi emas semakin mudah dipantau.

“Saya bisa melihat harga emas setiap hari melalui aplikasi di ponsel, jadi lebih mudah menentukan kapan membeli atau menyimpan,” ujarnya.

Dalam pameran Golden Dream 2026, Toko Mas Jawa juga memperkenalkan koleksi terbaru bernama Seruni yang diluncurkan Maret 2026. Koleksi ini menonjolkan penggunaan batu zircon berkualitas tinggi dengan desain modern yang tetap dapat berfungsi sebagai aset investasi.

Poin hadiah

Selain itu, perusahaan juga menghadirkan aplikasi digital yang memungkinkan pelanggan memantau harga emas harian, melihat riwayat transaksi, serta mengumpulkan poin hadiah.

Melalui pameran ini, pihak penyelenggara berharap masyarakat semakin memahami bahwa emas tidak hanya memiliki nilai estetika sebagai perhiasan, tetapi juga dapat menjadi instrumen investasi yang berkelanjutan di masa depan. (*)