bukan-zamannya-lagi-kompetisi-antarsekolahBupati Sleman Sri Purnomo mengamati penerapan GSM dalam proses belajar mengajar di kelas. (istimewa)


bid-jalasutra

Bukan Zamannya Lagi Kompetisi Antar-sekolah

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Semangat kolaborasi di antara satu sekolah dengan sekolah lainnya dinilai dapat meningkatkan kualitas belajar siswa. Selain itu, berbagai permasalahan dapat diselesaikan bersama-sama.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Sri Purnomo, bersamaan dengan peluncuran dan peresmian akselerasi Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), Selasa (12/11/2019), di SMPN 2 Sleman.


Baca Lainnya :

Saat ini bukan zamannya lagi mengedepankan kompetisi antar-sekolah. Kualitas pendidikan di setiap sekolah harus diupayakan setara dan salah satunya dapat dicapai dengan adanya kolaborasi antar-sekolah.

“Semangat kolaborasi ini salah satunya dapat dilakukan dengan Gerakan Sekolah Menyenangkan ini,” kata Sri Purnomo.


Baca Lainnya :

Dia menyambut baik program GSM. Akselerasi GSM membuat siswa belajar dengan perasaan gembira dan tanpa beban.

Metode ini sangat efektif. Siswa menikmati proses belajar-mengajar di sekolah sehingga mampu menerima pelajaran dengan baik.

Sri Wantini selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman mengatakan GSM merupakan salah satu bentuk transformasi di sekolah, dengan menciptakan ekosistem sekolah yang menyenangkan dan memberikan ruang untuk mengasah kreativitas siswa.

Ada empat area perubahan yang menjadi sasaran GSM, yakni penciptaan lingkungan fisik yang menyenangkan, metode pembelajaran yang menuntut keterampilan siswa, pengembangan karakter siswa dan keterkoneksian sekolah dengan orang tua, stakeholder serta seluruh lapisan masyarakat.

Workshop GSM dimulai sejak akhir 2018, penerapannya di Kabupaten Sleman pada awal tahun 2019.

Saat ini ada 25 sekolah telah menerapkan GSM yang terdiri dari 17 SD perwakilan tiap kecamatan dan 8 SMP.

“Saya berharap seluruh sekolah mampu mengadaptasi, meniru serta memodifikasi GSM di sekolah masing-masing,” ungkapnya.

Dalam kesempatan  tersebut disajikan aksi teaterikal oleh guru dan siswa yang mensimulasikan GSM dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari di lingkungan sekolah.

Hadir pula founder GSM, Muhammad Nur Rizal. Dia bersama Bupati Sleman mengamati penerapan GSM dalam proses belajar mengajar di kelas. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini