Buka Muswil PPP DIY, Muhamad Mardiono Ajak Kadernya Teladani Perjuangan Presiden Prabowo

Dunia politik mengenal istilah takdir karena perbuatan. Kalau tidak berbuat untuk masyarakat mau menang, itu aneh.

Buka Muswil PPP DIY, Muhamad Mardiono Ajak Kadernya Teladani Perjuangan Presiden Prabowo
Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono menyerahkan potongan tumpeng kepada sesepuh PPP saat membuka Muswil DPW PPP DIY, Minggu (4/1/2026). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono, membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP DIY, Minggu (4/1/2026), di Kantor DPW PPP DIY Badran Yogyakarta.

Di harapan para pengurus dan kadernya dia mengajak untuk meneladani dan mencontoh perjuangan Presiden RI Prabowo Subianto. Selain karena perintah Allah SWT untuk menghormati para pemimpin (ulil amri), diharapkan para kader parpol berlambang Kabah itu tidak patah semangat berjuang meraih cita-cita politiknya.

“Kalah kompetisi ya berjuang lagi. Pak Prabowo itu berjuang 25 tahun. Pertama saat Konvensi Golkar. Kalah tapi tidak ngrusuhi padahal jika mau ambil alih Golkar pada waktu itu adalah yang paling berhak karena mantu dari Presiden Soeharto sebagai pendiri Golkar,” ungkap Mardiono.

Dia juga mencontohkan dirinya yang saat ini menjadi pimpinan tertinggi PPP tetap melalui proses perjuangan yang sangat panjang. Butuh waktu 30 tahun untuk memimpin parpol yang didirikan tahun 1973 yang saat ini sedang merayakan hari lahir (harlah) ke-53 itu.

Pembukaan Muswil DPW PPP DIY, Minggu (4/1/2026), di kantor DPW PPP DIY Badran Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Pengusaha transportasi logistik yang juga memiliki pabrik baja itu mengawali karier politiknya dari bawah menjadi ketua DPC, kemudian merangkak naik menjadi bendahara DPW, ketua wilayah, koordinator wilayah se-Indonesia, wakil ketua umum maupun majelis.

“Prosesnya panjang. Saya tadi ngobrol dengan senior. Takdir itu ada dua. Yaitu takdir Allah SWT dan takdir karena perbuatan. Takdir Allah tidak bisa diubah, seperti saya lahir dari ibu saya. Sampai kiamat nanti tidak berubah ibu saya ya itu, bapak saya ya itu, kakak dan adik saya ya itu. Tidak bisa diganti,” ucap kader NU (Nahdlatul Ulama) kultural itu. 

Sedangkan takdir karena perbuatan bisa berubah. Contoh, ada petani tanam jagung tapi tidak pernah diurus maka tidak berhasil panen. Sedangkan petani di sebelahnya diurus dengan bagus sehingga hasilnya panennya bagus.

Dunia politik juga mengenal istilah takdir karena perbuatan. “Kalau kita tidak berbuat untuk masyarakat mau menang, itu aneh. Oleh karena itu, mari kita bekerja secara elektoral. Bukan dengan cara gemblung atau mangan ora mangan kumpul. Kalau sudah tidak ada lagi yang dimakan nanti makan temannya,” ujarnya.

Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono menyampaikan keterangan pers usai membuka Muswil PPP DIY. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Didampingi Ketua DPW PPP DIY M Yazid beserta jajaran pengurus maupun para sesepuh, lebih jauh Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan itu menyatakan perjuangan pasti lahir dari keringat dan langkah kaki.

Karena itu, dia mengajak kader PPP DIY yang berada di dalam struktur, pengurus harian maupun fraksi-fraksi di DPRD untuk bergandengan tangan mendukung program pemerintah yang prorakyat baik di tingkat daerah maupun pusat.

Ini semua diperlukan untuk menciptakan ekonomi kerakyatan seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. “Termasuk program unggulan Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, cek kesehatan gratis,” katanya.

“Saya nggak tahu kader partai ada yang ikut mengelola MBG nggak? Harus ada. Sebagai wirausahawan bukan sebagai kader partai. Karena kita berkewajiban ikut serta menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan dan tugas parpol adalah melayani masyarakat,” lanjutnya.

Muswil PPP DIY menjadi ajang silaturahmi dari para tokoh berbagai parpol. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Pembukaan Muswil DPW PPP DIY yang bertajuk Tantangan & Peluang Menuju Sukses 2030 “Fefleksi, Komitmen, & Evaluasi Menghadapi Verifikasi Faktual” kali ini juga dihadiri utusan dari berbagai parpol di DIY. Di antaranya Umaruddin Masdar dari PKB, Erwin Nizar dari Partai Golkar, Agung Setyawan dari PAN sekaligus Bupati Kulonprogo maupun Sofyan Setyo Darmawan dari PKS.

Menariknya, momentum Muswil PPP DIY kali ini menjadi ajang silaturahmi lintas parpol. Selain saling bersalaman maupun berangkulan mereka juga terlihat akrab bercengkerama dan foto bersama.

Lebih lanjut Mardiono menyampaikan Muswil merupakan bagian dari agenda konsolidasi nasional yang didukung konstitusi partai. “DIY ini adalah muswil yang kesebelas dari berbagai daerah di Indonesia. "Alhamdulillah semua berjalan lancar,” katanya.

Setelah muswil yang bertujuan untuk konsolidasi dan menghasilkan kepengurusan yang solid, lanjut Mardiono, agenda ke depan adalah menyongsong verifikasi faktual parpol maupun rekrutmen caleg Pemilu 2029.

Yang terbaik

“Ini kita kerjakan sejak dini supaya mendapatkan hasil yang terbaik. Hasil tidak akan pernah ingkar dari perjuangan. Kalau kita berjuang sungguh-sungguh insyaallah hasilnya akan lebih baik. Alhamdulillah kader di DIY solid, kompak dan bersatu. Satu garis komando,” tandasnya.

Pada bagian Muhamad Mardiono menyampaikan Harlah ke-53 PPP dipusatkan di Aceh, Sumatera sekaligus bersama pemerintah ikut membantu warga yang tertimpa musibah bencana alam dalam rangka mempercepat recovery pascabencana.

“PPP berperan aktif tapi mohon maaf seperti yang diperintahkan dan diamanatkan Bapak Presiden Prabowo janganlah bencana ini dijadikan wisata. Semua kegiatan tidak kita ekspose dan kita tidak boleh selfie. PPP selaku hadir membersamai masyarakat di Aceh. Itulah makna dari kehadiran kita semua,” kata Mardiono yang siang itu dari Yogyakarta langsung terbang ke Aceh.

Satu rangkaian dengan acara pembukaan Muswil PPP DIY, Muhammad Mardiono melakukan potong tumpeng diserahkan kepada politisi senior sekaligus sesepuh PPP Alfian Darmawan. Ini sebagai pesan agar kader parpol senantiasa menghormati para sesepuh. (*)