Budi Daya Lobster Air Tawar Menguntungkan, Upaya Baznas Bantul Menekan Kemiskinan
Sudah sepuluh keluarga penerima manfaat dari masyarakat tidak mampu yang menerima bantuan.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Sejak Desember 2025, Aisha Lobster Farm di Babadan Plemantung Kalurahan Sidomulyo Kapanewon Bambanglipuro Bantul menjalin kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bantul untuk program pengentasan kemiskinan melalui budi daya udang lobster air tawar.
Budi daya lobster memberikan keuntungan. Tahap pertama, sudah sepuluh keluarga penerima manfaat dari masyarakat tidak mampu yang menerima bantuan. Semua berasal dari Kalurahan Gilangharjo Kapanewon Pandak.
“Semangat kami adalah angka kemiskinan ini turun dan sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Bantul serta Baznas Bantul. Kalau kami mendapat keuntungan, maka masyarakat juga harus mendapat, jadi kita akan sejahtera bersama. Itu prinsip kami sejak Aisha Lobster Farm saya dirikan beberapa tahun lalu. Bahkan sudah ratusan warga sekitar sini yang mendapat bibit gratis,” kata Agung Setiawan (55), sang pemilik, di kolam usahanya kepada wartawan, Jumat (16/1/2026) sore.
Didampingi tim media, Dennis Arman Irfansyah dan Nayla Salsabila Azzahra, Agung menjelaskan kerja sama dengan Baznas Bantul diawali pelatihan bagi penerima. Setelah mendapat penjelasan dan pelatihan, peserta mendapat bantuan senilai Rp 2,5 juta untuk budi daya lobster.
Untuk konsumsi
Bibit lobster usia 2 hingga 3 bulan sudah bisa dijual dengan harga Rp 2.500-Rp 4.000 setiap ekor. Kemudian dijual indukan saat usia lobster 4 hingga 5 bulan dengan harga paketan Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu terdiri 4 ekor jantan dan 6 betina.
Sedangkan penjualan untuk konsumsi untuk lobster yang berusia 6 bulan ke atas. Setiap kilogram berisi 20 ekor, 15 ekor, 10 ekor atau sesuai permintaan dari konsumen. Harganya bervariasi mulai Rp 120 ribu hingga Rp 140 ribu per kilogram.
“Pasar untuk lobster air tawar masih terbuka lebar. Permintaan dengan suplai tidak berimbang, kami kewalahan. Taruhlah untuk wilayah DIY dan sekitarnya kebutuhan 400 kilogram setiap hari, suplai belum sampai 200 kilogram atau 50 persennya. Jadi soal pemasaran tidak perlu khawatir. Khusus untuk mitra Baznas penjualan melalui kami,” jelasnya.
Sementara bagi masyarakat umum yang menjalin kerja sama bebas akan menjual ke pasar sendiri atau melalui Aisha Lobster Farm.
Bantuan paket
“Kami berharap budi daya lobster air tawar menjadi salah satu cara mengentaskan kemiskinan. Kerja sama dengan Baznas ini kami harapkan juga bisa menyeluruh ke 75 kalurahan se-Bantul dengan sasaran 10 keluarga di tiap kalurahan berdasarkan data Baznas siapa saja calon penerimanya,” kata Agung.
Dennis Arman menambahkan kerja sama dengan Baznas telah berjalan sekitar tiga minggu. Setiap penerima bantuan paket senilai Rp 2,5 juta akan menerima 300 ekor bibit lobster, kolam terpal ukuran 2 meter x 4 meter, filter air dan alat pendukung budi daya lainnya “Kita dampingi para penerima untuk budi dayanya,” katanya.
Kerja sama tersebut memperoleh dukungan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan Sekda Agus Budi Raharjo yang juga sudah datang langsung ke lokasi. “Kami saat ini juga pengembangan usaha untuk open kemitraan budidaya lobster air tawar, eduwisata dan akan diadakan mini zoo di Aisha Lobster Farm,” katanya.
“Dalam program bersama Baznas, penerima mendapat semua secara gratis,” tambah Nayla. Budi daya lobster air tawar juga memberikan lapangan pekerjaan.
Pendampingan
Eko Rohadi (45) warga Banaran Gilangharjo selaku penerima bantuan mengaku sangat senang. “Semoga nanti hasilnya bisa untuk menambah pendapatan,” kata ayah dua anak tersebut.
Secara terpisah Ketua Baznas Bantul KH Damanhuri mengatakan Baznas Bantul siap berdampingan dengan pemerintah Kabupaten Bantul dalam rangka menanggulangi kemiskinan ekstrem.
“Insya Allah kami siap di bidang peningkatan kesejahteraan untuk UKM pendidikan dan kesehatan,” katanya. Kiai Damanhuri berharap Baznas Kabupaten Bantul semakin dipercaya. (*)
Sariyati Wijaya
