atas1

Diprediksi Aman, DIY Tak Respons Berlebihan Sidang MK

Kamis, 13 Jun 2019 | 22:04:16 WIB, Dilihat 321 Kali - Oleh Rosihan Anwar

SHARE


Diprediksi Aman, DIY Tak Respons Berlebihan Sidang MK Kapolda DIY Irjen Polisi Ahmad Dofiri didampingi Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Zamroni, Kamis (13/6/2019) pagi, memimpin apel konsolidasi Operasi Ketupat Progo 2019 di Halaman Mapolda. (rosihan anwar/koranbernas.id)

Baca Juga : Wedhus Gembel Merapi Bisa Meluncur Lebih Jauh, Jika Kali Gendol Terus Dikeruk


KORANBERNAS.ID -- Kapolda DIY Irjen Polisi Ahmad Dofiri menegaskan, jajaran Polda DIY tidak diinstruksikan mengirim bantuan personel untuk mengamankan jalannya persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) mulai Jumat 14 Juni 2019.

Kepada sejumlah media, Kamis (13/6/2019), usai memimpin apel konsolidasi Operasi Ketupat Progo 2019, Ahmad Dofiri juga menegaskan tak ada rencana pengamanan khusus yang akan diterapkan di Yogyakarta.

Termasuk mengerahkan personil dalam jumlah mencolok. “Nggak ada secara khusus,” kata Kapolda kepada koranbernas.id.

Jenderal bintang dua itu menyebutkan, baru satu tempat yang mengajukan kegiatan nonton bareng jalannya persidangan yaitu kampus UGM. Pengamanan yang akan dilakukan di tempat tersebut tidak terlalu spesial.

“Memang di sini ada satu tempat yang direncanakan untuk digunakan video conference, direncanakan digelar di UGM. Kita sudah koordinasi dengan pihak UGM, kalau memang jadi dilaksanakan, prinsipnya kita siap mengamankan,” ujarnya di Mapolda DIY.

Irjen Polisi Ahmad Dofiri menambahkan tidak ada pergerakan massa dari Yogyakarta untuk beraksi di ibukota Jakarta saat persidangan MK berlangsung.

“Tidak ada, tidak ada pengerahan massa ke Jakarta. Kita sudah mengimbau dan sampai dengan sekarang tidak ada indikasi ke arah situ,” tutur Ahmad Dofiri.

Kapolda menyatakan siap mengantisipasi gangguan kamtibmas ketika majelis hakim MK menetapkan keputusan sengketa pemilu. Dia memperkirakan situasi kamtimbmas di Yogyakarta tetap kondusif.

Ya paling kalau ada ketidakpuasan, misalnya ada pengerahan massa. Tetapi sejauh ini kan sudah diimbau oleh Pak Prabowo agar tidak datang ke MK. Tetapi kita tahu, kalau di Yogyakarta, misalnya pada tanggal 21-22 (Mei) kemarin, tidak terlalu signifikan yang datang ke Jakarta,” tandasnya.

Sementara itu, Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI M Zamroni menyatakan pihaknya siap membantu aparat kepolisian untuk menjaga kondisi kamtimbas agar tetap kondusif di Yogyakarta.

Khususnya ketika eskalasi politik meningkat pada saat persidangan perkara gugatan dugaan kecurangan pemilu berlangsung.

“Tetap kita back up (polisi), tapi kita yakin Yogyakarta, Insya Allah, tetap aman dan nyaman,” sebut Danrem.

Baik Korem 072 Pamungkas maupun Polda DIY memandang, belum diperlukan pengamanan khusus untuk mengamankan kondisi kamtibmas di Yogyakarta yang masih kondusif sejak tahapan pemilu hingga saat ini. (sol)



Kamis, 13 Jun 2019, 22:04:16 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1292 View
Wedhus Gembel Merapi Bisa Meluncur Lebih Jauh, Jika Kali Gendol Terus Dikeruk
Rabu, 12 Jun 2019, 22:04:16 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 2136 View
Diprotes Emak-emak, Jogja Ubah Zonasi
Rabu, 12 Jun 2019, 22:04:16 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 220 View
Umat Perlu Jaga Marwah Ramadan

Tuliskan Komentar