Civitas Akademika UAD Gelar Aksi Bela Palestina

Civitas Akademika UAD Gelar Aksi Bela Palestina
Puluhan civitas akademika UAD menggelar aksi Bela Palestina di Aula Masjid Islamic Center UAD, Selasa (7/5/2024).(yvesta putu ayu/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Puluhan civitas akademika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar aksi Bela Palestina di Aula Masjid Islamic Center UAD, Selasa (7/5/2024). Aksi ini menjadi bagian dari aksi yang digelar oleh Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (FR PTMA). 

Rektor UAD, Muchlas MT mengungkapkan, sejumlah poin disampaikan dalam aksi ini. Yakni PTMA se-Indonesia yang tergabung dalam FR PTMA mengutuk keras Israel atas agresi dan serangan militer yang sangat tidak proporsional, penangkapan massal terhadap warga sipil Palestina, perusakan berbagai fasilitas umum, utamanya fasilitas kesehatan, serta blokade bantuan kemanusiaan. 

FR PTMA juga mengecam keras Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, dan negara-negara, serta pihak-pihak lain yang terus memberikan dukungan dan bantuan terhadap Israel dalam agresi dan penyerangan terhadap Palestina, paparnya.

Muchlas pun mengapresiasi sebesar-besarnya dukungan mahasiswa, dosen, dan guru besar di seluruh dunia. Sebab mereka sudah berani menyuarakan hati nurani dan akal sehatnya menolak kejahatan genosida Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina. 

Karenanya FR PTMA meminta Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk memaksa dan memfasilitasi perundingan dan gencatan senjata Israel-Palestina. Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) pun diharaplan mengadili Benjamin Netanyahu dan tokoh-tokoh Israel lainnya yang terlibat dalam genosida warga Palestina. 

“Kami mengecam Organisasi Kerja Sama Islam, Rabithah Alam Islami, dan negara-negara Arab yang bersikap lemah dan cenderung membiarkan Israel secara leluasa melakukan penyerangan dan pembunuhan hanya untuk kepentingan dalam negeri mereka sendiri,” tandasnya.

Muchlas menambahkan, FR PTMA mengapresiasi atas konsistensi dan keberanian Menteri Luar Negeri RI dalam berbagai forum dunia untuk terus membela dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina, menolak kejahatan Israel, serta mengkritik keras kemunafikan Barat dalam kasus konflik Israel-Palestina. 

Karenanya FR PTMA juga meminta pemerintah Indonesia untuk tidak berpikir sedikit pun dan apalagi melakukan langkah-langkah politik untuk membuka hubungan diplomatik dengan negara agresor dan pelaku genosida, Israel.

Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus memberikan perhatian serius terhadap perkembangan konflik Israel dan Palestina, dengan terus memberikan bantuan moral, material, dan spiritual terhadap perjuangan rakyat Palestina, paparnya.(*)