Mahasiswa KKN UAD Menginisiasi Lorong Sayuran di Wirobrajan RW-010

Mahasiswa KKN UAD Menginisiasi Lorong Sayuran di Wirobrajan RW-010
Warga dan Tim KKN Bergotong-royong Menyelesaikan Lorong Sayuran (Dokumentasi Pribadi).

KORANBERNA.ID, YOGYAKARTASaat ini kebutuhan akan sayuran dan makanan sehat segar menjadi permasalahan sendiri, belum lagi adanya produk sayuran lokal yang menjadi salah satu bentuk dukungan dalam ketahanan pangan lokal. Hal ini akan semakin memanas apabila terjadi kenaikan harga dari sayuran tersebut di pasar yang membuat masyarakat merasa resah dan bingung. Dengan latar belakang ini mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, kelompok KKN VI.C.3 menginisiasi lorong sayuran yang terletak di Wirobrajan RW 10 sebagai bentuk terwujudnya desa yang mandiri pangan lokal.

Tim KKN yang beranggotakan 9 orang ini terdiri atas Muhammad Rifki, Neysa Salsabila, Viby Lerla, Salsabila Ismunajar, Fa’izatur Rufidah, Aina Firdha, David Candra, Mahdi Suharrani, Octavian Sindy, dan Dosen Pembimbing Ibu Anaas Tri Ridlo Y, S.Pd., M.Pd., menginisiasi adanya ide lorong sayur bagi masyarakat di Kampung Ketanggungan, RW 10, Yogyakarta.

Siaran pers yang diterima koranbernas.id Selasa (2/1/2024) menjelaskan, lorong sayur merupakan konsep penanaman sayur di lorong/tembok warga. Dengan begitu tanaman tetap akan tumbuh dengan pemenuhan unsur hara tanaman. Kegiatan pembuatan lorong sayur ini diawali dengan musyawarah bersama warga, sehingga diperoleh keputusan bahwa lorong sayuran ini akan didirikan di rumah salah satu warga bernama Sujiono, Kampung Ketanggungan, RW 10. Inovasi lorong sayur ini sangat didukung langsung oleh warga sekitar menengok pentingnya sayuran segar dan sehat untuk bahan makanan sehari-hari dan bentuk dukungan terhadap pangan lokal yang bergizi. Tim KKN pun mengajak para RT atau setiap yang mewakilinya untuk bergabung dalam penanaman atau pelaksanaan kegiatan tersebut. 

Tepat tanggal 10 Desember 2023, inovasi lorong sayur direalisasikan bersama-sama antara mahasiswa KKN dan beberapa warga sekitar. Tim KKN pun sudah menyediakan beberapa kebutuhan sebagai bahan lorong sayur seperti bibit, media tanam, wall planter, dan beberapa kebutuhan lainnya. Kegiatan diawali dengan pemasangan wall planter di tembok-tembok sebagai tempat penanaman sayuran. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian media tanam, pemberian bibit, dan penyiraman wall planter dengan air sebagai unsur pendorong pertumbuhan bibit.

Dari kegiatan positif ini respon masyarakat sangat mendukung, dengan hasil akhir berupa tertanamnya bibit tanaman seperti, pakcoy, cabai, tomat, terong, seledri, bayam brazil, dan pepaya yang tentunya siap panen dan digunakan warga sebagai bahan makanan pokok yang sehat dan bergizi, serta terwujudnya ketahanan pangan lokal. Besar harapan tim KKN ini semoga kegiatan penanaman dan pemanenan di lorong sayur dapat berlanjut sehingga mempermudah warga sekitar ketika ingin membutuhkan sayuran segar dan bergizi tinggi hasil tanam sendiri, serta bisa menjadi contoh bagi kampung lainnya untuk menerapkan inovasi yang sama tentang lorong sayur ini sebagai salah satu bentuk dukungan akan ketahanan pangan lokal dan sayuran bergizi olahan sendiri yang tentunya lebih sehat dan segar. (*)